HOME  ⁄  Nasional

PWRI Dorong Lansia Tetap Produktif Lewat Peran Sosial dan Komunitas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PWRI Dorong Lansia Tetap Produktif Lewat Peran Sosial dan Komunitas
Foto: (Sumber: Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Andreas Anugerah dalam perayaan Paskah PWRI 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari..)

Pantau - Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) mendorong para lansia tetap berdaya dan produktif melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan komunitas di masyarakat.

Pengurus PWRI Andreas Anugerah mengatakan lansia perlu terus diberi ruang untuk berkontribusi agar tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keluarga.

PWRI Ingin Lansia Aktif dalam Komunitas

Andreas menjelaskan PWRI ingin membangun pemberdayaan lansia berbasis komunitas, termasuk melalui kelompok ibadah dan kegiatan sosial lainnya.

"Kita (PWRI) itu ingin bergerak melalui komunitas. Oleh sebab itu kami sebetulnya ingin seperti di Muslim itu ada pengajian-pengajian, karena ternyata mereka itu sudah ada kelompok-kelompoknya sendiri. Selain itu juga di gereja atau kelompok-kelompok ibadah lainnya," kata Andreas dalam Perayaan Paskah PWRI 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai lansia tidak seharusnya dipandang sebagai kelompok rentan semata karena masih dapat menjadi teladan dan penyangga moral bagi generasi muda.

"Kita mungkin sudah tidak bisa banyak berbuat secara fisik, tetapi doa orang tua untuk anak-anaknya tetap penting," ujarnya.

Contoh Jepang dalam Menghargai Lansia

Andreas juga menyinggung budaya di Jepang yang dinilai mampu menjaga peran sosial para lansia sehingga tetap aktif dan mandiri meski telah memasuki usia senja.

"Di Jepang itu orang senior dihargai karena pengalaman dan kedewasaannya. Mereka tetap merasa punya tanggung jawab untuk memajukan negaranya," ungkap Andreas.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap lansia saat ini terus meningkat sehingga diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar lansia tetap merasa berdaya.

Ia juga mengajak para lansia untuk terus bertumbuh dalam kehidupan spiritual meski usia semakin bertambah.

"Umur boleh tua terus, tetapi imannya tetap sama. Saya sendiri baru di usia 76 tahun, merasa firman Tuhan itu nyata," katanya.

PWRI diketahui merupakan wadah tunggal bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf