
Pantau - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Sumatera Barat menargetkan detail engineering design atau DED Jembatan Anduring di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, selesai pada awal Agustus 2026 setelah jembatan tersebut putus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengatakan penyusunan DED terus dipercepat agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.
"Kita targetkan DED jembatan ini selesai awal Agustus," kata Elsa Putra Friandi.
BPJN Sumbar telah melaksanakan sejumlah tahapan review desain mulai dari survei pendahuluan, survei topografi, survei geoteknik, hingga survei hidrologi.
Analisis Sungai Masih Dibahas dengan Balai Teknik Sungai
Elsa Putra Friandi menjelaskan analisis hidrologi saat ini masih dalam proses advis teknis dari Balai Teknik Sungai di Solo, Jawa Tengah.
"Saat ini kami sedang asistensi dengan Balai Teknik Sungai di Solo terkait perilaku sungai untuk penyempurnaan DED," ujar Elsa Putra Friandi.
Pembangunan Jembatan Anduring membutuhkan rekomendasi dari Balai Teknik Sungai terutama terkait kedalaman fondasi dan kebutuhan proteksi abutmen akibat dampak bencana hidrometeorologi.
Bangunan atas jembatan nantinya direncanakan menggunakan rangka baja B70 dengan bentang 2x70 meter atau total panjang mencapai 140 meter.
Pembangunan jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dengan estimasi pengerjaan selama 10 hingga 12 bulan.
DPR Dorong Pembangunan Jadi Prioritas Pemerintah
Anggota DPR RI Andre Rosiade mengatakan setelah DED selesai, Kementerian Pekerjaan Umum akan menganggarkan pembangunan Jembatan Anduring melalui APBN.
Andre Rosiade menyebut pembangunan jembatan akan menggunakan dana program rehabilitasi dan rekonstruksi atau rehab-rekon.
Dalam waktu dekat, Andre Rosiade berencana menemui Menteri Pekerjaan Umum agar pembangunan Jembatan Anduring menjadi prioritas pemerintah.
"Kami akan upayakan pada kementerian terkait agar ini menjadi salah satu prioritas sehingga jembatan ini bisa dibangun kembali di akhir 2026," kata Andre Rosiade.
- Penulis :
- Gerry Eka





