
Pantau - Forum Nasional Perempuan Indonesia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan, pendidikan keluarga, dan penguatan literasi digital masyarakat.
Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan Sri Handayaningsih mengatakan ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa.
Sri Handayaningsih mengatakan perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat.
“Ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa. Perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat,” kata Sri Handayaningsih.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Nasional Perempuan Indonesia bertajuk Menjaga Ketahanan Bangsa di Jakarta.
Menurut Sri Handayaningsih, perempuan memiliki kontribusi nyata dalam pengelolaan daerah aliran sungai atau DAS, rehabilitasi hutan dan lahan, hingga pengembangan hasil hutan bukan kayu atau HHBK.
Produk HHBK yang disebut antara lain kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan.
Sri Handayaningsih juga mengajak masyarakat menjaga DAS sebagai penopang utama kehidupan dan keberlanjutan lingkungan.
“Semua daratan terbagi dalam DAS. Karena itu menjaga DAS berarti menjaga keberlangsungan seluruh sektor kehidupan,” ujar Sri Handayaningsih.
Selain membahas isu lingkungan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya ketahanan bangsa di bidang pendidikan, digitalisasi, dan Artificial Intelligence atau AI.
Direktur Utama Robotic Explorer Jully Tjindrawan mengatakan teknologi robotik dan AI kini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan modern.
Jully menegaskan perempuan harus menjadi subyek utama dalam penguatan literasi digital nasional.
“Perempuan adalah pendidik utama dalam keluarga. Karena itu perempuan Indonesia harus melek digital, memahami AI, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi perkembangan teknologi,” kata Jully Tjindrawan.
Menurut Jully, era digital menghadirkan tantangan serius seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, eksploitasi data pribadi, hingga paparan konten negatif terhadap anak.
Karena itu, penguatan literasi digital di lingkungan keluarga dinilai menjadi hal yang sangat penting.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas perempuan, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





