
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari melaporkan sebanyak 657 unit rumah terendam banjir dan sekitar 2.985 warga terdampak akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan banjir terjadi di 15 titik lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan.
"Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir," ungkap Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, Senin.
Wilayah yang mengalami dampak terparah berada di Kelurahan Kambu dengan 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah terendam banjir.
Di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sebanyak 153 rumah yang tersebar di lima RT ikut terdampak akibat luapan Sungai Wanggu.
Banjir Rendam Permukiman dan Sawah
Cornelius menyebut banjir juga merendam 23 rumah di Kelurahan Baruga yang berada di RT 7, RT 8, dan RT 19.
"Sementara di Kelurahan Baruga terdapat 23 unit rumah yang terendam banjir di wilayah RT 7, RT 8, dan RT 19," kata Cornelius.
Di Kelurahan Poasia, banjir merendam 109 rumah yang berada di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru.
Banjir juga melanda puluhan rumah di Kelurahan Wua-Wua yang tersebar di sembilan RT serta merendam 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi Lorong Veteran.
Selain itu, sejumlah titik di Kecamatan Kadia dan tiga lokasi di Kecamatan Abeli juga terdampak banjir.
Longsor Rusak Tujuh Rumah
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada lahan sawah seluas 50 hektare di Kelurahan Baruga serta merusak sejumlah ruas jalan di Kota Kendari.
Cornelius menambahkan bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah.
Enam rumah di Anduonohu dan satu rumah di Kecamatan Kendari Barat dilaporkan rusak akibat tertimpa longsor.
BPBD Kota Kendari mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan untuk mendukung upaya mitigasi bencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan





