HOME  ⁄  Nasional

Survei BI Sebut Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis pada April 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Survei BI Sebut Keyakinan Konsumen Tetap Optimistis pada April 2026
Foto: (Sumber: Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. ANTARA/Rizka Khaerunissa/am..)

Pantau - Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga pada April 2026 yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level optimistis sebesar 123,0.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan angka tersebut meningkat tipis dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 122,9.

“IKK April 2026 tercatat sebesar 123,0, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 122,9,” kata Ramdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Kenaikan Ditopang Lapangan Kerja dan Pembelian Barang

BI menyebut terjaganya keyakinan konsumen terutama didorong peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang mencapai 116,5 pada April 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 115,4.

Peningkatan IKE ditopang naiknya Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) menjadi 108,8 dari sebelumnya 107,8.

Selain itu, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) juga meningkat menjadi 112,6 dibandingkan Maret 2026 sebesar 109,2.

Sementara Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tetap berada di level optimistis sebesar 128,1 meski sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 129,2.

Ekspektasi Konsumen Tetap Kuat

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada April 2026 tercatat sebesar 129,6 meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 130,4.

BI menyebut optimisme konsumen masih didukung ekspektasi penghasilan sebesar 136,9, ekspektasi lapangan kerja sebesar 127,7, dan ekspektasi kegiatan usaha sebesar 124,1.

Dalam survei yang sama, proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat sebesar 72,1 persen atau relatif stabil dibandingkan Maret 2026 sebesar 72,2 persen.

Adapun proporsi pembayaran cicilan atau utang turun menjadi 9,7 persen dari sebelumnya 10,2 persen.

Sementara proporsi pendapatan yang disimpan meningkat menjadi 18,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 17,6 persen.

Penulis :
Aditya Yohan