HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Papua Kampanyekan Ekoteologi Jelang Waisak Lewat Aksi Bersih Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Papua Kampanyekan Ekoteologi Jelang Waisak Lewat Aksi Bersih Lingkungan
Foto: (Sumber: Foto bersama usai melalukan aksi bersih-bersih tempat ibadah dan pelestarian lingkungan di Vihara Arya Dharma Skyline,Kota Jayapura, Papua, Jumat (8/5). ANTARA/HO- Kemenag Papua.)

Pantau - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melalui Pembimbing Masyarakat Buddha mengampanyekan gerakan ekoteologi menjelang Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 dengan menggelar aksi bersih-bersih tempat ibadah dan pelestarian lingkungan di Jayapura.

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Papua Sarono mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi program ekoteologi Kementerian Agama RI sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda.

“Pada Jumat (8/5) kami melakukan kegiatan aksi bersih-bersih tempat ibadah dan pelestarian lingkungan di Vihara Arya Dharma Skyline, yang mana ini merupakan salah satu cara untuk terus membangun kehidupan beragama yang harmonis dan ramah lingkungan,” ungkap Sarono di Jayapura, Senin.

Libatkan Umat Buddha dan Generasi Muda

Sarono menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga mencakup perawatan pohon matoa dan durian hasil penanaman pada kegiatan Vesakha Sananda tahun sebelumnya.

Kegiatan itu melibatkan jajaran Bimas Buddha, penyelenggara Buddha, siswa dan guru Nawa Dhammasekha, serta umat Buddha dari Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Semua ikut terlibat pada kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Bimas Buddha, penyelenggara Buddha, siswa dan guru Nawa Dhammasekha, serta umat Buddha dari Kota dan Kabupaten Jayapura, sehingga ini menjadi bentuk edukasi kepedulian lingkungan sejak dini kepada generasi muda Buddha,” ujarnya.

Kurangi Sampah Plastik dan Pulihkan Sungai

Kemenag Papua juga mengajak umat Buddha menjalankan aksi kebajikan selama periode 1 hingga 31 Mei 2026 dengan mengurangi penggunaan sampah plastik dan memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

“Selama satu bulan penuh semua umat harus berbuat kebajikan, diantaranya mengurangi penggunaan sampah berbahan plastik dan memanfaatkan sampah yang sudah tidak berguna agar lebih bermanfaat. Sehingga kami juga turut melestarikan lingkungan,” kata Sarono.

Selain itu, pihaknya akan melakukan penuangan eco enzyme di Kali Acai untuk membantu memurnikan sungai yang mulai tercemar.

“Kegiatan ini bertujuan membantu memurnikan kembali sungai yang mulai tercemar agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan laut maupun kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan