
Pantau - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan monitoring dan layanan jemput bola di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, untuk memastikan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang akurat dan lengkap.
Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari sosialisasi pentingnya administrasi kependudukan di wilayah pulau terluar Jakarta.
“Kehadiran kami di tengah-tengah warga Pulau Sabira dalam rangka monitoring serta sosialisasi pentingnya memahami administrasi kependudukan khususnya di Kepulauan Seribu termasuk Pulau Sabira,” ungkap Denny di Jakarta, Senin.
Pulau Sabira diketahui memiliki luas sekitar 8,82 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 642 jiwa yang mayoritas berasal dari keturunan Bugis Bone sejak tahun 1975.
Edukasi Administrasi Kependudukan untuk Pelajar
Dukcapil DKI bersama Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu juga memberikan edukasi terkait tertib administrasi kependudukan kepada para pelajar melalui program Dukcapil Guru Tamu.
Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.
Menurut Denny, edukasi administrasi kependudukan perlu dikenalkan sejak usia sekolah karena identitas kependudukan menjadi dasar memperoleh layanan publik lainnya.
“Selain Pulau Sabira, Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Pramuka juga menjadi tempat kunjungan monitoring,” katanya.
Layanan Door to Door hingga Aktivasi IKD
Kepala Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu Raditya Wirawan menjelaskan pihaknya menghadirkan berbagai layanan administrasi kependudukan secara langsung kepada warga Pulau Sabira.
Layanan tersebut meliputi perekaman dan pencetakan KTP elektronik, Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, akta catatan sipil, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital.
“Hari ini kami hadir di Pulau Sabira untuk memastikan warga mendapatkan hak layanan administrasi kependudukan yang sama dengan warga di pusat kota,” ujarnya.
Selain membuka layanan di lokasi, petugas juga melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital secara door to door ke rumah warga.
Denny menegaskan pihaknya ingin memastikan tidak ada lagi warga Kepulauan Seribu yang belum memiliki identitas maupun dokumen kependudukan resmi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





