HOME  ⁄  Nasional

BKSDA NTT Lepasliarkan 1.000 Burung Hasil Gagalan Penyelundupan di Labuan Bajo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BKSDA NTT Lepasliarkan 1.000 Burung Hasil Gagalan Penyelundupan di Labuan Bajo
Foto: (Sumber: Petugas BKSDA NTT bersama tim gabungan melepasliarkan burung kicau dan burung endemik Flores di kawasan Hutan Lindung Nggorang Bowosie Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (9/5/2026). ANTARA FOTO/Gecio Viana/agr/aa..)

Pantau - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur melepasliarkan 1.000 ekor Burung Pleci atau Kacamata Laut hasil gagalan penyelundupan di kawasan Hutan Lindung Nggorang Bowosie, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pelepasliaran dilakukan pada Sabtu (9/5/2026) setelah sebelumnya burung-burung tersebut diamankan dari upaya pengiriman ilegal melalui Pelabuhan Serbaguna Wae Kelambu, Labuan Bajo.

Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi mengatakan proses pelepasliaran melibatkan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, Polri, dan TNI AL.

“Sudah dilepasliarkan ke alam terbuka pada Sabtu pekan lalu setelah pada Jumat digagalkan di Pelabuhan Wae Kelambu, Labuan Bajo,” kata Adhi saat dikonfirmasi di Kupang, Senin (11/5/2026).

Burung Endemik Flores Ikut Dilepasliarkan

Selain Burung Pleci atau Kacamata Laut (Zosterops chloris), BBKSDA NTT juga melepasliarkan Burung Kancilan Flores (Pachycephala nudigula) dan Burung Decu Belang (Saxicola caprata).

“Pelepasliaran ini bertujuan untuk menyelamatkan seluruh individu yang diamankan, meningkatkan populasi di alam, serta proses edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Burung-burung tersebut sebelumnya ditemukan tersimpan dalam kardus dan sangkar di dalam truk yang akan menumpang kapal menuju Surabaya, Jawa Timur.

Pelaku Masih Diperiksa

BBKSDA NTT menyebut pelaku berinisial MS saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak terkait.

Menurut pengakuan pelaku, sebagian burung merupakan hasil tangkapan sendiri dan sebagian lainnya dibeli dari masyarakat di Maumere, Kabupaten Sikka.

Harga beli Burung Pleci berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per ekor, Burung Decu Belang Rp20.000 hingga Rp25.000 per ekor, sedangkan Burung Kancilan Flores dibeli Rp200.000 hingga Rp300.000 per ekor.

Burung-burung tersebut rencananya dijual kembali di pasar burung Surabaya dengan harga lebih tinggi, yakni Rp12.000 per Burung Pleci, Rp50.000 per Burung Decu Belang, dan Rp550.000 per Burung Kancilan Flores.

Penulis :
Ahmad Yusuf