
Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan seluruh awak KRI Canopus-936 telah menjalani pelatihan selama tujuh bulan di sejumlah negara Eropa sebelum resmi mengoperasikan kapal tersebut di Indonesia.
Pelatihan diberikan kepada para prajurit TNI AL untuk meningkatkan kemampuan di bidang navigasi serta hidrografi atau pemetaan wilayah laut.
Muhammad Ali mengatakan, "Mereka melaksanakan pelatihan di Jerman dan sebelumnya juga mereka pernah melaksanakan pelatihan dan pendidikan di Prancis, di berbagai negara, termasuk di Indonesia sendiri karena kita udah ada sekolah hidrografi."
Sebanyak 93 awak kapal mengikuti pendidikan berupa materi teori dan praktik selama menjalani pelatihan di Eropa.
Saat berada di Jerman, para calon awak mendapatkan pelatihan pengoperasian KRI Canopus-936 mulai dari pengenalan fungsi kapal hingga penggunaan berbagai peralatan teknis.
Pelatihan dilakukan di Jerman karena KRI Canopus-936 merupakan hasil kolaborasi perusahaan galangan kapal asal Jerman Abeking & Rasmussen (A&R) dengan PT Palindo Marine.
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh personel TNI AL dinyatakan siap mengawaki kapal dan membawa kapal tersebut dari Jerman menuju Indonesia.
Awak TNI AL berhasil membawa KRI Canopus-936 melintasi berbagai samudera menuju Jakarta dengan waktu perjalanan selama 57 hari.
KRI Canopus-936 Dilengkapi Teknologi Modern
Saat ini KRI Canopus-936 telah berada di Indonesia dan siap dioperasikan di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Muhammad Ali berharap keberadaan kapal tersebut dapat meningkatkan kekuatan pertahanan TNI AL dalam menjaga wilayah Indonesia.
KRI Canopus-936 dilengkapi berbagai teknologi modern seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Muhammad Ali mengatakan, "Peralatan itu digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga pemetaan secara detail di dasar laut."
Kapal Miliki Fungsi Militer dan Misi SAR Bawah Laut
Selain untuk pemantauan bawah laut, KRI Canopus-936 juga memiliki fungsi operasi militer.
Fungsi militer kapal tersebut meliputi pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, hingga dukungan intelijen maritim.
KRI Canopus-936 juga mampu menjalankan misi pencarian dan pertolongan atau SAR di bawah air.
Kemampuan SAR kapal mencakup deteksi sinyal darurat serta pencarian objek di dasar laut.
Dengan teknologi yang dimiliki kapal tersebut, TNI AL dapat melakukan pencarian kapal selam yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut.
- Penulis :
- Arian Mesa





