HOME  ⁄  Nasional

Bapanas Gandeng APGI Stabilkan Harga Gula Konsumsi Saat Musim Giling Tebu Dimulai

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bapanas Gandeng APGI Stabilkan Harga Gula Konsumsi Saat Musim Giling Tebu Dimulai
Foto: (Sumber: Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI) untuk menjaga stabilisasi harga gula konsumsi seiring dimulainya musim giling tebu pada Mei 2026 guna memperkuat pasokan nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah telah dua kali menggelar rapat bersama APGI untuk membahas langkah stabilisasi harga gula di pasar.

"Kami sudah dua kali kita rapatkan dan terakhir kemarin kami kirim surat ke APGI untuk ikut menstabilkan harga. Kita berharap Mei ini sudah mulai musim giling. Nah dengan Mei ini mulai musim giling, relatif kita bisa menstabilkan harga," kata Ketut di Jakarta, Selasa.

Produksi Gula Diproyeksikan Melonjak

Ketut menyebut musim giling tebu yang dimulai pada Mei diperkirakan dapat meningkatkan produksi gula konsumsi secara signifikan sehingga pasokan ke pasar menjadi lebih deras.

"Apalagi Mei ini merupakan awal musim giling tebu, sehingga produksi bulanan dapat meningkat dan pasokan ke pasaran juga bisa lebih deras," ujarnya.

Pemerintah memproyeksikan produksi bulanan gula konsumsi pada Mei mencapai 276,4 ribu ton atau melonjak 374 persen dibanding April yang diperkirakan hanya sekitar 58,3 ribu ton.

Proyeksi tersebut mengacu pada Neraca Pangan Gula Konsumsi yang disusun Bapanas.

Menurut Ketut, optimalisasi luas tambah tanam tebu juga diperkirakan mampu mendorong produksi gula konsumsi nasional mencapai 3 juta ton sepanjang 2026.

Pemerintah Fokus Jaga Harga dan Distribusi

Bapanas menegaskan stabilitas harga gula harus mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024.

Harga gula konsumsi ditetapkan Rp17.500 per kilogram untuk wilayah selain Indonesia Timur dan daerah 3TP, sedangkan wilayah Indonesia Timur dan 3TP sebesar Rp18.500 per kilogram.

"Dan saya sudah tekankan sekali lagi ke APGI, Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia, untuk ikut menstabilkan harga gula," ungkap Ketut.

Saat ini stok gula di APGI tercatat sekitar 100 ribu ton yang tersebar di berbagai daerah, sementara stok gula Perum Bulog mencapai 2,6 ribu ton.

Ketut mengatakan Bulog juga akan menyalurkan stok gula melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersama pemerintah daerah.

Bapanas memastikan distribusi gula konsumsi akan dioptimalkan terutama untuk wilayah yang mengalami fluktuasi harga.

Penulis :
Ahmad Yusuf