
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat peran industri kecil menengah (IKM) dalam program hilirisasi industri nasional dengan fokus pada sektor pengolahan buah tropis khas Indonesia guna meningkatkan nilai tambah komoditas domestik dan memperkuat daya saing produk olahan pangan di pasar ekspor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki kekayaan buah tropis yang berpotensi besar dikembangkan menjadi produk olahan pangan modern.
“Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri. Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, khususnya IKM di berbagai sentra penghasil buah, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan menjadi produk pangan yang lebih beragam, bernilai tambah, dan disukai pasar,” ungkap Agus.
Indonesia disebut sebagai salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia dengan komoditas unggulan seperti pisang, durian, jeruk, mangga, nanas, dan manggis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tinggi.
“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia. Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri pengolahan pangan,” ujar Agus.
Penguatan hilirisasi industri buah tropis juga dinilai mendukung ketahanan pangan nasional, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi nasional.
Ekspor Buah Tropis Indonesia Terus Meningkat
Berdasarkan Buku Statistik Hortikultura 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton dengan Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Barat menjadi provinsi penghasil terbesar.
Nilai ekspor pisang segar Indonesia pada 2024 mencapai 10,52 juta dolar AS atau meningkat 10,1 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 9,5 juta dolar AS.
Volume ekspor pisang juga meningkat dari 24,8 ribu ton pada 2023 menjadi 26,24 ribu ton pada 2024.
Malaysia, Jepang, dan Singapura menjadi negara tujuan utama ekspor pisang Indonesia.
Produksi mangga nasional pada 2024 tercatat mencapai 3,3 juta ton dengan nilai ekspor buah mangga segar dan olahan mencapai 1,75 juta dolar AS.
Singapura, Uni Emirat Arab, dan Malaysia menjadi pasar utama ekspor mangga Indonesia.
Sementara itu, produksi nanas nasional mencapai 2,74 juta ton dengan nilai ekspor nanas segar dan olahan sebesar 316,1 juta dolar AS.
Produk nanas Indonesia banyak diekspor ke Amerika Serikat, China, dan Belanda.
Kemenperin Perkuat Pembinaan IKM Pangan
Dalam mendukung hilirisasi industri, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) menjalankan berbagai program pembinaan dan pendampingan bagi pelaku IKM olahan pangan berbasis buah tropis.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan industri olahan buah memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan berkembangnya tren produk berbasis natural food.
Reni menjelaskan IKM pangan memiliki kontribusi besar terhadap struktur industri nasional.
Dari total 4.445.070 unit usaha industri di Indonesia, sebanyak 4.435.542 unit merupakan IKM dan sekitar 46,63 persen di antaranya bergerak di sektor pangan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





