
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menargetkan sebanyak 70 ribu hingga 80 ribu lulusan mengikuti program SMK Go Global hingga akhir tahun 2026.
Cak Imin menyampaikan target tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Ia mengatakan program SMK Go Global terus berjalan dengan jumlah peserta yang berangkat ke luar negeri terus bertambah.
“Target kita sampai akhir 2026 sekitar 70 ribu sampai 80 ribu lulusan ikut program SMK Go Global,” ungkap Cak Imin.
Program SMK Go Global disertai pendampingan, bantuan, dan pelatihan bagi peserta yang akan bekerja di luar negeri.
Sasaran utama program tersebut adalah lulusan sekolah menengah kejuruan dari kelompok desil 1 atau daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Pemerintah menargetkan sebanyak 500 ribu lulusan mengikuti program SMK Go Global hingga tahun 2029.
Kerja Sama dengan Sejumlah Negara
Cak Imin mengatakan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dalam pelaksanaan program SMK Go Global.
Negara-negara tersebut meliputi Jepang, Korea, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, serta negara-negara di Eropa Barat dan Eropa Timur.
Menurutnya, program SMK Go Global menjadi salah satu perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut program tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo kepada Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat setelah rapat kabinet pada 5 November 2025.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin datang ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Dorong Pemberdayaan UMKM
Dalam rapat tersebut, Cak Imin melaporkan sejumlah program kerja yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat.
Program yang dilaporkan meliputi pengentasan kemiskinan, program pemberdayaan masyarakat, target penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan produktivitas UMKM.
Cak Imin mengatakan pemerintah terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program 1.001 titik pasar rakyat.
Program tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih bergairah.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan subsidi pelatihan dan memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.
“Penyaluran KUR terus meningkat dan akan terus kita dorong,” ujar Cak Imin.
Ia menambahkan dalam waktu dekat sebanyak 1.000 pelaku UMKM di Bali akan menerima penyaluran Kredit Usaha Rakyat.
- Penulis :
- Arian Mesa





