HOME  ⁄  Nasional

Hetifah Sebut Antusiasme LOBO XXI 2026 Bukti Publik Aktif Kawal RUU Sisdiknas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Hetifah Sebut Antusiasme LOBO XXI 2026 Bukti Publik Aktif Kawal RUU Sisdiknas
Foto: Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat penjurian final LOBO XXI 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 12/5/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam Lomba Orasi Bintang Orator (LOBO) XXI 2026 menjadi bukti semakin kuatnya keterlibatan publik dalam proses pembentukan undang-undang, khususnya terkait RUU Sistem Pendidikan Nasional.

LOBO XXI 2026 diselenggarakan oleh DPR RI melalui Bagian Televisi dan Radio Parlemen, Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI dengan mengusung tema “Masukan terhadap RUU Sistem Pendidikan Nasional”.

Sebanyak 293 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, mengikuti kompetisi tersebut.

Peserta Berasal dari Beragam Kalangan

Hetifah mengatakan peserta LOBO XXI 2026 berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia.

“Pesertanya sangat beragam, lintas generasi dan profesi. Ada pelajar, mahasiswa, guru, dosen, bahkan pengemudi ojek daring. Ini menunjukkan pendidikan menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia,” kata Hetifah.

Menurutnya, keberagaman peserta memperkaya perspektif yang diterima DPR RI dalam pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam lomba tersebut, peserta tidak hanya menyampaikan kritik terhadap kondisi pendidikan nasional, tetapi juga menawarkan solusi terkait infrastruktur pendidikan, kualitas tenaga pendidik, pembiayaan pendidikan, hingga prinsip keadilan dan pemerataan akses pendidikan.

LOBO Dinilai Jadi Sarana Serap Aspirasi Publik

Hetifah menilai LOBO menjadi sarana efektif untuk mempertemukan aspirasi masyarakat dengan proses legislasi di DPR RI.

Melalui pendekatan kreatif dan partisipatif, DPR dapat memperoleh masukan autentik langsung dari masyarakat terkait persoalan pendidikan nasional.

“LOBO ini sangat baik dan bisa lebih sering dilakukan untuk berbagai isu aktual. Dengan begitu, DPR dapat memperoleh ide-ide segar dari masyarakat terkait persoalan yang sedang dibahas,” ujarnya.

Ia juga mengakui proses penjurian tahun ini berlangsung sulit karena kualitas para finalis dinilai sangat baik.

Dari total 293 peserta, panitia memilih 15 finalis serta menetapkan tiga pemenang terbaik dan satu pemenang favorit.

Menurut Hetifah, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan publik ingin terlibat aktif dalam penyusunan kebijakan nasional, khususnya di bidang pendidikan.

“Semoga ini semakin mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan menyampaikan gagasan konstruktif bagi perbaikan bangsa,” katanya.

Penulis :
Shila Glorya