HOME  ⁄  Nasional

Revitalisasi 107 Sekolah di Kepri Digelontor Rp97 Miliar, Mendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Revitalisasi 107 Sekolah di Kepri Digelontor Rp97 Miliar, Mendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menyerahkan bantuan secara seremonial pada pihak sekolah di SMAN 1 Batam, Kepri, Selasa 12/5/2026 (sumber: ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut sebanyak 107 satuan pendidikan di Kepulauan Riau (Kepri) akan menerima bantuan revitalisasi sekolah pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp97 miliar.

Abdul Mu'ti mengatakan bantuan revitalisasi tersebut diberikan mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Untuk tahun 2026 akan ada 107 satuan pendidikan di Kepri yang menerima bantuan revitalisasi dan anggarannya Rp97 miliar dari jenjang TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)," ungkap Abdul Mu'ti.

Penyerahan bantuan revitalisasi pendidikan tahun 2026 digelar di SMA Negeri 1 Batam, Kota Batam.

Prioritaskan Sekolah Rusak dan Kawasan 3T

Abdul Mu'ti menjelaskan bantuan revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di wilayah terpencil, serta sekolah di kawasan 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

"Kami ingin menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Kami prioritaskan di daerah 3T seperti di Kepri dan juga sekolah yang kondisinya sudah rusak," katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Batam, Mendikdasmen juga meninjau sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi 2026, bantuan Program Indonesia Digital (PID), serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beberapa sekolah penerima bantuan revitalisasi tersebut di antaranya SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 2 Batam, SMA Negeri 19 Batam, SD Negeri 001 Sei Beduk, SMP Kristen Citra Bahtera Hayat, dan TK Pembina III Batam.

Abdul Mu'ti turut menyoroti kondisi SD Negeri 001 Kota Batam yang sebelumnya hanya direncanakan mendapat rehabilitasi bangunan.

"SD 001 Kota Batam yang tadi kami kunjungi awalnya hanya rehab. Nanti akan kami alokasikan untuk penambahan ruang kelas baru," ujarnya.

SMAN 1 Batam Ditargetkan Hapus Sistem Dua Shift

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura berharap program revitalisasi dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah.

"Program revitalisasi ini diharapkan membuat semua satuan pendidikan menjadi sekolah yang aman dan nyaman serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar masyarakat bisa belajar dengan baik," kata Nyanyang.

Salah satu sekolah penerima bantuan revitalisasi adalah SMA Negeri 1 Batam yang saat ini memiliki 42 rombongan belajar dengan total 1.852 siswa.

Pelaksana Harian Kepala Sekolah SMAN 1 Batam Hanafi mengatakan sekolahnya masih menerapkan sistem pembelajaran dua shift karena keterbatasan ruang kelas.

"Sekarang kami memiliki 30 ruang kelas dan masih dua shift pembelajaran. Melalui revitalisasi nanti akan ada pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruangan, sehingga pada 2026-2027 akan hanya ada satu shift pembelajaran," ujar Hanafi.

Menurut Hanafi, bantuan revitalisasi sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

"Bantuan ini sangat bermanfaat agar sarana dan prasarana semakin mencukupi dan bisa meningkatkan kualitas lulusan. Harapannya dapat melahirkan pemimpin yang cerdas dan berkarakter," katanya.

Penulis :
Leon Weldrick