
Pantau - BPJS Kesehatan memperkuat sinergi strategis bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar seluruh masyarakat di Bumi Anoa mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.
Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan Asraf Mursalina mengapresiasi komitmen Pemprov Sultra dalam meningkatkan keaktifan peserta JKN yang kini mencapai 86 persen atau melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2029 sebesar 83 persen.
Asraf menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Kantor Gubernur Sultra di Kendari.
"Capaian kepesertaan di Sulawesi Tenggara ini luar biasa karena sudah melampaui target nasional lebih awal. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam memastikan perlindungan kesehatan masyarakat," ungkap Asraf Mursalina.
Fokus Pencegahan Penyakit Katastropik
Selain meningkatkan kepesertaan JKN, BPJS Kesehatan juga memberi perhatian terhadap pertumbuhan penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker.
Penyakit katastropik tersebut menyerap 13 persen dari total biaya pelayanan kesehatan Sultra pada 2025 yang mencapai Rp1,23 triliun.
BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan menggencarkan edukasi pola hidup sehat untuk mencegah munculnya penyakit kronis sejak usia remaja.
"Edukasi pola hidup sehat kini digencarkan bersama Dinas Kesehatan untuk mencegah munculnya penyakit kronis pada usia remaja," kata Asraf Mursalina.
Pemprov Sultra Siapkan Intervensi Fiskal
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Sultra Muhammad Fadlansyah mengatakan pemerintah daerah terus melakukan intervensi untuk menjamin akses kesehatan warga kurang mampu.
Pemprov Sultra menyiapkan mekanisme khusus untuk mengatasi kendala tunggakan peserta kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Pemerintah daerah melakukan konsolidasi data dan intervensi fiskal melalui penyesuaian subsidi provinsi.
Daerah dengan kemampuan fiskal kuat didorong membantu kabupaten dan kota yang memiliki kapasitas fiskal terbatas agar layanan JKN tetap berjalan optimal.
"Kami melakukan konsolidasi data dan melakukan upaya intervensi fiskal melalui penyesuaian subsidi provinsi. Daerah dengan kemampuan fiskal kuat didorong untuk membantu kabupaten atau kota yang kapasitas fiskalnya masih terbatas agar layanan JKN tetap berjalan optimal," ujar Muhammad Fadlansyah.
BPJS Kesehatan Salurkan Bantuan Sosial
BPJS Kesehatan juga menunjukkan komitmen sosial melalui program Organizational Social Responsibility (OSR) dengan menyalurkan bantuan paket sembako senilai Rp10 juta bagi warga terdampak bencana di Sulawesi Tenggara.
"Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata hubungan timbal balik yang kuat antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan sosial," tutur Asraf Mursalina.
BPJS Kesehatan dan Pemprov Sultra optimistis layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif dapat terus dirasakan masyarakat di Bumi Anoa.
- Penulis :
- Shila Glorya





