HOME  ⁄  Nasional

Bapanas Sebut Penyaluran Beras SPHP Tembus 428,9 Ribu Ton hingga Mei 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bapanas Sebut Penyaluran Beras SPHP Tembus 428,9 Ribu Ton hingga Mei 2026
Foto: (Sumber: Arsip foto - Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjawab pertanyaan media ditemui di Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Badan Pangan Nasional atau Bapanas memperkuat distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan realisasi penyaluran mencapai 428,9 ribu ton hingga 10 Mei 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras nasional.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan realisasi penyaluran tersebut berasal dari distribusi SPHP 2025 yang diperpanjang pada Januari-Februari sebesar 221 ribu ton dan distribusi SPHP 2026 sejak Maret sebesar 207,9 ribu ton.

“Realisasi penjualan beras program SPHP beras sejak awal Januari sampai 10 Mei telah mencapai total 428,9 ribu ton,” kata Ketut di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, program SPHP terus digencarkan pemerintah melalui distribusi beras ke pasar rakyat dan jaringan pangan untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen sekaligus memperkuat stabilitas pasokan nasional.

Bapanas juga telah menugaskan Perum Bulog menyalurkan 828 ribu ton beras SPHP sepanjang 2026.

Distribusi Beras Diperluas hingga Toko Modern

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, gerakan pangan murah, hingga jaringan Rumah Pangan Kita Bulog yang mencapai sekitar 80 ribu titik.

Selain itu, distribusi juga mencakup swalayan dan toko modern agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

Beras SPHP dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium sesuai standar pemerintah dan kini juga disiapkan kemasan 2 kilogram.

Adapun harga eceran tertinggi atau HET beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram untuk zona 1, Rp13.100 per kilogram untuk zona 2, dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3.

Ketut menjelaskan penyaluran SPHP tahun ini dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dengan pola sebelumnya yang dilakukan secara berkala mengikuti musim panen.

Bantuan Pangan untuk 10,19 Juta KPM

Selain program SPHP, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan kepada 10,19 juta Keluarga Penerima Manfaat atau KPM hingga 8 Mei 2026.

Total bantuan yang tersalurkan mencapai 203,8 ribu ton beras.

Ketut menyebut realisasi bantuan pangan 2025 yang diperpanjang pada Januari-Februari mencapai 19,85 ribu ton, sedangkan bantuan pangan 2026 sejak Maret mencapai 184 ribu ton beras.

Pemerintah memastikan intervensi perberasan di hilir tidak akan menekan pendapatan petani kecil.

“Ini seperti yang pernah dilontarkan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman beberapa waktu yang lalu,” ujar Ketut.

Ia menambahkan mayoritas usaha pertanian di Indonesia masih didominasi petani skala kecil dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023.

Penulis :
Aditya Yohan