HOME  ⁄  Nasional

Menhut Minta Kewaspadaan Ditingkatkan Hadapi El Nino dan Potensi Kemarau Panjang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menhut Minta Kewaspadaan Ditingkatkan Hadapi El Nino dan Potensi Kemarau Panjang
Foto: (Sumber: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI).)

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta seluruh jajaran dan mitra terkait meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi fenomena El Nino dan kemarau panjang yang diperkirakan terjadi mulai Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan Raja Juli Antoni dalam rangkaian Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests atau UNFF21 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

“Tahun ini kita harus jauh lebih hati-hati. Adanya potensi kemarau yang lebih panjang akibat El Nino menuntut kewaspadaan tinggi dari kita semua,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Menhut, analisis data cuaca menunjukkan fenomena El Nino dengan intensitas rendah hingga moderat diprediksi terjadi pada Juni 2026 dan berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang.

Ia meminta seluruh pihak memperkuat patroli serta pemantauan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

“Saya meminta seluruh jajaran dan mitra terkait untuk tidak lengah dan terus meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah-wilayah rawan,” ujarnya.

Indonesia Klaim Berhasil Tekan Karhutla

Dalam forum UNFF21, Raja Juli Antoni juga melaporkan capaian Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, Indonesia berhasil menurunkan luas karhutla hingga 86 persen melalui penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, serta pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak,” ungkapnya.

Ia menyebut penurunan karhutla juga terus berlanjut sepanjang periode 2024 hingga 2025.

Penguatan pemantauan titik panas atau hotspot serta respons cepat tim gabungan di lapangan disebut menjadi faktor utama penurunan tersebut.

Menhut Tekankan Kolaborasi Pencegahan Karhutla

Raja Juli Antoni menegaskan pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan pemerintah pusat semata.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pencegahan dilakukan sejak dini.

“Kolaborasi dan kesiapsiagaan adalah kunci. Kita harus memastikan bahwa angka karhutla dapat terus ditekan demi menjaga kelestarian hutan dan memastikan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah saat ini terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang guna menjaga kelestarian hutan dan mengurangi risiko bencana asap.

Penulis :
Aditya Yohan