HOME  ⁄  Nasional

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Keluarga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Tanjung Priok yang Tewaskan Satu Keluarga
Foto: (Sumber: Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro saat di lokasi kebakaran di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution.)

Pantau - Polsek Tanjung Priok masih mendalami penyebab kebakaran rumah tinggal di Jalan Agung Perkasa 4, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, yang menewaskan empat orang dari satu keluarga pada Rabu pagi (13/5/2026).

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro mengatakan korban tewas terdiri dari ayah berinisial BH, ibu berinisial KB, anak berinisial PB, dan menantu perempuan berinisial NPL.

“Keempat korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah berinisial BH, ibu berinisial KB, anak berinisial PB dan menantu perempuan berinisial NPL,” ujar Handam di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, para korban diduga terjebak kobaran api dan asap tebal sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.

Dua orang lainnya yang merupakan asisten rumah tangga berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Polisi Koordinasi dengan Puslabfor

Handam mengatakan seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Ia menegaskan penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor.

“Penyebab kebakaran masih kita dalami dan saat ini sedang berkoordinasi dengan Puslabfor,” ungkapnya.

Sebelumnya, kebakaran melanda rumah berlantai dua dengan luas sekitar 168 meter persegi di kawasan Tanjung Priok pada Rabu dini hari.

Api Diduga Berasal dari Gangguan Listrik

Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran diduga dipicu fenomena listrik.

Menurut keterangan saksi, asap hitam terlihat muncul dari lantai dua rumah sekitar pukul 04.00 WIB.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan, namun kobaran api terus membesar hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

“Empat orang meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka ringan dan mengalami syok,” kata Gatot.

Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Penulis :
Aditya Yohan