HOME  ⁄  Nasional

ESDM Sebut Shell Kembali Jual Solar Setelah Beli Pasokan dari Pertamina

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ESDM Sebut Shell Kembali Jual Solar Setelah Beli Pasokan dari Pertamina
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri).)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan SPBU Shell kembali menjual bahan bakar jenis solar setelah menjalin kerja sama pembelian pasokan dari Pertamina.

Shell Kembali Jual Solar Setelah Sempat Langka

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kerja sama tersebut difasilitasi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM di SPBU swasta.

“Itu adalah kerja sama dengan Pertamina yang kemarin sudah kami gagas, kami fasilitasi,” kata Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Shell sebelumnya mengalami kelangkaan stok BBM sejak awal 2026, sementara sejumlah SPBU swasta lain mulai kembali menjual BBM secara normal.

Pada 9 Mei 2026, Shell Indonesia mengumumkan solar kembali tersedia di SPBU mereka dengan harga Rp30.890 per liter.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada kerja sama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” ujarnya.

Laode menambahkan pemerintah juga telah memfasilitasi pertemuan antara Pertamina dengan SPBU swasta lain seperti bp dan Vivo terkait pembelian solar domestik.

“Sebenarnya kan arah kami nanti seperti itu. Memang belum semuanya, tetapi sudah mulai,” ungkapnya.

Pembelian Solar Domestik Jadi Strategi Ketahanan Energi

Kementerian ESDM sebelumnya mewajibkan badan usaha SPBU swasta membeli solar dalam negeri dari Pertamina mulai April 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Pemerintah dan Pertamina menyiapkan sejumlah langkah transisi seperti penyediaan loading port, penyesuaian volume kargo, hingga spesifikasi base fuel solar sesuai kebutuhan masing-masing badan usaha.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur.

RDMP Kilang Balikpapan memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari atau setara seperempat kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, proyek tersebut diperkirakan mampu menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sebesar Rp514 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengonfirmasi SPBU swasta nantinya akan membeli solar dari Pertamina sebagai bagian dari penguatan pasokan energi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan