HOME  ⁄  Nasional

Bea Cukai Jayapura Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kilogram Ganja Kering di Perbatasan RI–Papua Nugini

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bea Cukai Jayapura Gagalkan Penyelundupan 2,1 Kilogram Ganja Kering di Perbatasan RI–Papua Nugini
Foto: Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jayapura Fungki Awaludin (sumber: Bea Cukai Jayapura)

Pantau - Bea Cukai Jayapura bersama petugas keamanan Pos Lintas Batas Negara Skouw menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja kering seberat 2,1 kilogram di kawasan perbatasan RI–Papua Nugini, Skouw.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan pelintas batas di kawasan PLBN Skouw.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan, "Dari hasil pemeriksaan petugas, ditemukan paket mencurigakan yang setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut berisi ganja kering dengan total berat mencapai 2,1 kilogram."

Barang mencurigakan tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap pelintas batas yang melintas di kawasan perbatasan.

Sinergi Pengawasan Perbatasan

Fungki menyebut keberhasilan penggagalan penyelundupan itu merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai Jayapura dan aparat keamanan yang bertugas di wilayah perbatasan.

Pengawasan di kawasan perbatasan diperketat untuk mengontrol keluar masuk barang dari dan menuju Papua Nugini.

Barang bukti ganja kering tersebut telah diamankan oleh petugas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Fungki mengatakan, "Saat ini barang bukti telah diamankan dan kasus tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut guna mengungkap jaringan penyelundupan narkotika lintas batas."

Aparat penegak hukum juga akan mendalami kemungkinan adanya jaringan penyelundupan narkotika lintas batas dalam kasus tersebut.

Pengawasan Akan Terus Diperkuat

KPPBC Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan di kawasan perbatasan guna mencegah peredaran narkotika dan barang ilegal lainnya.

Pengawasan akan diperkuat melalui patroli rutin, pemeriksaan terpadu, serta peningkatan koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait.

Fungki mengatakan, "Kami juga terus membuka kerja sama dengan semua pihak untuk meningkatkan pengawasan di wilayah kawasan perbatasan."

Langkah tersebut dilakukan agar upaya penyelundupan narkotika dapat dicegah sedini mungkin serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan.

Penulis :
Arian Mesa