HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Bentuk Satgas Percepatan untuk Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri PU Bentuk Satgas Percepatan untuk Kejar Target Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Rabu 13/5/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan pembentukan Satuan Tugas Percepatan untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II agar rampung sesuai target pada Juni 2026.

Dody menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menjadi program prioritas pemerintah yang juga diarahkan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

“Program ini bukan sekadar proyek prioritas, tetapi juga bagian dari upaya pengentasan kemiskinan,” ungkap Dody.

Ia mengatakan seluruh elemen di Kementerian PU dilibatkan dalam Satgas Percepatan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Penanganan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

Seluruh direktorat jenderal di Kementerian PU ikut terlibat, mulai dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, hingga Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Dody optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat selesai pada Juni tahun ini.

Strategi Percepatan Pembangunan Diterapkan di Lapangan

Kementerian PU membentuk Satgas Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta seluruh pihak terkait pelaksanaan pembangunan.

Kementerian PU juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan.

Kontrak pelaksanaan proyek telah disesuaikan dengan target penyelesaian pembangunan pada 20 Juni 2026.

Berbagai strategi percepatan diterapkan di lapangan melalui pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan tenaga kerja, kerja lembur, percepatan mobilisasi material, serta penambahan alat konstruksi.

Peralatan tambahan yang digunakan dalam pembangunan meliputi crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.

Pemerintah juga melakukan penyesuaian metode konstruksi untuk mempercepat pembangunan.

Penyesuaian tersebut dilakukan melalui penggunaan struktur baja pada beberapa bagian bangunan, penggunaan metal deck dan wire mesh, serta penerapan teknologi hollow core slab pada plat lantai.

Sekolah Rakyat Dirancang Menjadi Pusat Pendidikan Terpadu

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah.

Setiap kawasan Sekolah Rakyat dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama siswa dan guru.

Selain itu tersedia fasilitas penunjang berupa kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.

Kementerian PU terus mendorong penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan agar proyek berjalan sesuai target.

Kendala yang ditangani antara lain akses konstruksi, mobilisasi material, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proyek dapat segera dimanfaatkan masyarakat setelah pembangunan selesai.

Penulis :
Arian Mesa