
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta menargetkan penutupan 40 perlintasan liar sepanjang 2026 untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga di sekitar jalur rel.
Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady mengatakan perlintasan yang menjadi target penutupan merupakan jalur dengan lebar kurang dari dua meter dan tidak memiliki penjaga.
"Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 perlintasan liar, di mana lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api," kata Deddy.
Penutupan Perlintasan Fokus di Kawasan Tebet-Cawang
Deddy menyebut terdapat lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang dan Tebet yang telah masuk dalam rencana penutupan.
Ia mengatakan penutupan lima perlintasan tersebut sudah dikoordinasikan bersama unsur wilayah setempat.
Namun, hingga pertengahan 2026, PT KAI baru melaksanakan penutupan di satu titik jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang.
"Kalau tahun ini hanya satu aja. Kalau program KAI memang ada lima, tapi nanti nggak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau nggak," ujarnya.
Menurut Deddy, seluruh perlintasan liar memiliki tingkat bahaya yang sama karena tidak dilengkapi sistem pengamanan maupun penjagaan resmi.
Kendala Lahan dan Biaya Jadi Hambatan
Deddy mengungkapkan pembangunan perlintasan resmi terkendala keterbatasan lahan dan besarnya biaya pembangunan fasilitas pendukung.
PT KAI, kata dia, juga harus menyiapkan alat pendukung, pos penjagaan, serta sumber daya manusia untuk menjaga perlintasan resmi.
"Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar buka untuk membuatnya, karena kita harus punya alatnya punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan," kata Deddy.
PT KAI Daop 1 Jakarta menegaskan penutupan perlintasan sebidang liar dilakukan demi meningkatkan keselamatan operasional kereta api dan warga sekitar jalur rel.
Perpindahan lokasi penutupan perlintasan di kawasan Tebet-Cawang juga dilakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama warga setempat.
Lokasi penutupan dipindahkan sesuai permintaan masyarakat karena lintasan di RT 05 dinilai lebih banyak digunakan warga dibandingkan titik lainnya.
- Penulis :
- Shila Glorya





