
Pantau - Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere meminta dukungan Polda Papua untuk menangani konflik antarsuku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dengan menambah personel kepolisian di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan Ronny Elopere usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige R Renwarin bersama Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara dan Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D Tamaela di Wamena, Jumat.
“Kami sudah rapat dan banyak hal yang didiskusikan. Kami meminta tambahan pasukan ke Wamena karena penanganan ini harus dilakukan secara serius,” kata Ronny Elopere.
Ia mengatakan situasi di lapangan membutuhkan perhatian serius aparat keamanan untuk mencegah konflik antarsuku semakin meluas.
Konflik Dinilai Lumpuhkan Aktivitas Warga
Ronny menjelaskan eskalasi massa dalam perang suku antara kelompok dari Lanny Jaya dan Kurima Wouma Jayawijaya semakin besar sehingga dukungan aparat keamanan dinilai mendesak.
Menurut dia, konflik tersebut tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat di Wamena.
“Konflik ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat di Wamena. Masyarakat mau usaha berjualan sudah tidak bisa, anak-anak mau sekolah juga tidak bisa,” ujarnya.
Ia berharap konflik segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Kami bersama Kapolres Jayawijaya dan Lanny Jaya berharap ada dukungan penambahan personel kepolisian sehingga masalah perang suku di Wamena ini segera terselesaikan,” katanya.
Polda Papua Siapkan Personel Brimob ke Wamena
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige R Renwarin merespons positif permintaan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terkait penambahan personel keamanan.
Menurut dia, personel Brimob Polda Papua akan segera dikirim ke Wamena untuk membantu pengamanan dan mendukung proses mediasi perdamaian di lapangan.
“Rencananya personel Brimob Polda Papua akan segera dikirim ke Wamena mulai hari ini (Jumat) untuk membantu pengamanan di lapangan dan mendukung upaya mediasi perdamaian,” kata Patrige.
- Penulis :
- Aditya Yohan





