
Pantau - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggemakan semangat toleransi, persatuan, dan penguatan nilai kebangsaan di hadapan mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan dalam Kuliah Umum Kebangsaan di Panggung Terbuka IAHN Mpu Kuturan, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai upaya membentuk generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Muzani mengatakan mahasiswa saat ini akan menjadi pemimpin Indonesia ketika negara memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045 sehingga generasi muda harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan global.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun bangsa dengan semangat persatuan, menjaga nilai-nilai Pancasila, dan memperkuat wawasan kebangsaan.
Tekankan Spirit Persaudaraan dan Ketahanan Generasi Muda
Dalam pidatonya, Muzani menegaskan, “Spiritualitas tidak boleh menghancurkan persaudaraan. Sampai saat ini semangat persaudaraan masih cukup kuat.”
Muzani menilai sivitas akademika IAHN Mpu Kuturan patut bangga menggunakan nama besar Mpu Kuturan sebagai identitas kampus karena sosok tersebut dikenal mampu menjaga kerukunan dan persaudaraan pada masa Kerajaan Udayana.
Ia mengingatkan Indonesia akan menghadapi tantangan besar menuju 2045, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan anak-anak, akses pendidikan tinggi yang terjangkau, hingga dampak perang global terhadap kebutuhan hidup masyarakat dunia.
Menurutnya, situasi global saat ini membuat kebutuhan hidup semakin sulit dan kondisi tersebut dirasakan hampir seluruh negara.
Muzani menilai generasi muda harus memiliki kemandirian, ketahanan menghadapi tantangan global, serta kemampuan inovasi agar mampu bersaing di masa depan.
Ia juga memuji masyarakat Bali yang dinilai memiliki kemampuan inovasi yang baik, kemampuan berkesenian yang kuat, dan ketahanan dalam bidang seni serta budaya.
Survei Kebangsaan Dinilai Tunjukkan Fondasi Negara Kuat
Muzani mengungkapkan hasil survei pertengahan Maret 2026 menunjukkan sekitar 98 persen masyarakat Indonesia bangga terhadap identitas keindonesiaan.
Ia menyebut sebanyak 73 persen masyarakat siap membela negara dan sekitar 92 persen memahami Pancasila sebagai dasar negara.
Menurut Muzani, hasil survei tersebut menunjukkan fondasi kehidupan bernegara Indonesia sudah berjalan baik dan diterima masyarakat luas.
Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat persatuan, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Rektor IAHN Mpu Kuturan I Gede Suwindia mengatakan kuliah umum tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen kampus dalam menanamkan wawasan kebangsaan, karakter generasi muda, dan semangat persatuan melalui pendidikan.
Dalam sambutannya, Prof. Suwindia mengatakan, “Kami sangat senang, Bapak Ketua MPR RI sudah berkenan hadir di tengah-tengah sivitas IMK untuk menguatkan spirit kebersamaan.”
Suwindia menyebut pihak kampus percaya generasi muda saat ini akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan bangsa yang unggul, harmonis, dan berdaya saing.
Ia juga menjelaskan kampus terus meningkatkan layanan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pembangunan Gedung Pascasarjana di Jalan Kresna, Singaraja, yang kini memasuki tahap kedua.
Namun, penyelesaian pembangunan gedung pascasarjana tersebut belum dapat difinalisasi karena keterbatasan anggaran.
- Penulis :
- Leon Weldrick





