HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Tegaskan BPKP Harus Tindak Pejabat Seleweng Meski Orang Dekat Presiden

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Tegaskan BPKP Harus Tindak Pejabat Seleweng Meski Orang Dekat Presiden
Foto: (Sumber: Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyampaikan sambutan didampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kedua kanan), Ketua Dewan Pimpinan Daerah KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi (kedua kiri), dan kakak Marsinah Marsini (ketiga kiri)ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nz.)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tetap memeriksa pejabat yang diduga melakukan penyelewengan meski memiliki kedekatan dengan dirinya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri agenda di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, menyusul adanya laporan pejabat yang diduga menyalahgunakan jabatan dan uang rakyat.

Prabowo Minta Pemeriksaan Tetap Dilanjutkan

Prabowo mengungkapkan Kepala BPKP sempat meminta arahan terkait pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang diketahui dekat dengan Presiden.

“Kepala BPKP datang ke saya agak gemetar, heran saya, kenapa? Stres dia Pak, karena yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya,” ungkap Prabowo.

“Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan? Karena dia tahu ini dekat sama Presiden,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan tidak ada perlakuan khusus terhadap siapa pun yang terindikasi melakukan penyimpangan.

“Teruskan pemeriksaan, tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa,” tegasnya.

Soroti Dampak Penyelewengan bagi Keluarga Pejabat

Presiden mengaku prihatin karena masih ada pejabat yang menyalahgunakan kepercayaan setelah diberikan jabatan penting oleh negara.

Ia menilai perkembangan teknologi digital saat ini membuat berbagai bentuk penyelewengan lebih mudah terdeteksi.

“Saya heran sekarang ada digital, ada macam-macam, sekarang pasti ketahuan deh. Saya sedih di ujung puncak karir, yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya,” ujar Prabowo.

Kepala Negara juga menegaskan proses hukum tetap berlaku bagi kader partainya sendiri dan menyebut sejumlah kader Partai Gerindra telah diproses secara hukum.

Prabowo mengatakan pejabat atau mantan pejabat yang tidak bersedia mengembalikan hasil yang diperoleh secara tidak sah akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Suruh kembalikan yang dia dapat secara tidak halal, nggak mau, ya sudah urusan sama kejaksaan sana, saya serahkan,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan