
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih menerima laporan terkait pejabat pemerintah yang melakukan penyelewengan dan pencurian uang rakyat meski sebelumnya telah diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan penting.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Saya geleng-geleng kepala, sedih saya bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng,” kata Prabowo.
Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena sejumlah pejabat yang melakukan penyelewengan merupakan orang-orang yang pernah dibina dan diberi kehormatan oleh dirinya.
“Saya sedih orang yang angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan diberi jabatan yang penting begitu dia menjabat nyeleweng, nyuri uang rakyat,” ujarnya.
Prabowo Minta BPKP Tindak Tegas
Prabowo menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat penyelewengan, termasuk orang dekat maupun kader Partai Gerindra.
Presiden mengatakan dirinya rutin menerima laporan dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait pemeriksaan terhadap pejabat pemerintah.
“Tidak ada, ga ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya. Ya tidak ada urusan. Kalau ada indikasi terus periksa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pejabat negara agar menjaga amanah jabatan yang diberikan rakyat dan negara.
Presiden Minta Aparat Bersihkan Diri dari Korupsi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta seluruh aparat pemerintah untuk terus berbenah dan membersihkan diri dari praktik korupsi serta penyalahgunaan kewenangan.
Ia juga menegaskan aparat negara tidak boleh mendukung kegiatan ilegal maupun tindakan yang merugikan masyarakat.
Prabowo turut menyinggung sejumlah kader Partai Gerindra yang telah diproses hukum dan ditahan karena terlibat kasus tertentu.
Presiden sebelumnya juga meminta TNI dan Polri melakukan pembenahan internal agar tidak ada aparat yang menjadi pelindung aktivitas ilegal seperti penyelundupan, narkoba, maupun perjudian.
- Penulis :
- Aditya Yohan





