
Pantau - Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI Asrorun Niam Sholeh meminta jamaah calon haji Indonesia memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, dan memperdalam manasik menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Asrorun Niam mengatakan jamaah harus memahami syarat, rukun, dan ketentuan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan.
“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji. Karena haji adalah ibadah mahdhah yang harus memenuhi syarat, rukun, serta ketentuan keagamaan,” kata Asrorun Niam dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Jamaah Diminta Jaga Kondisi Fisik
Saat ini jamaah haji Indonesia gelombang pertama telah berada di Makkah Al-Mukarramah, sedangkan jamaah gelombang kedua diberangkatkan langsung dari Tanah Air menuju Makkah.
Asrorun meminta jamaah memperbanyak zikir, munajat, dan shalat berjamaah selama berada di Tanah Haram.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan fasilitas transportasi yang tersedia jika hendak melaksanakan shalat di Masjidil Haram serta tetap memperhatikan kondisi kesehatan.
Menurutnya, jamaah yang memiliki uzur dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid sekitar pemondokan masing-masing di Makkah.
Fokus Hadapi Puncak Ibadah Haji
Asrorun Niam menegaskan pembimbing ibadah perlu mengintensifkan pembekalan fikih haji praktis kepada jamaah, terutama terkait syarat, rukun, kewajiban, dan larangan selama ibadah haji.
Ia juga meminta jamaah tidak memaksakan diri menjelang fase puncak haji yang berlangsung pada 8 hingga 13 Zulhijah.
“Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji mulai 8 sampai 13 Zulhijah, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Asrorun menambahkan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan ruhani, tetapi juga kebugaran fisik dan kesiapan biaya.
Ia turut mengajak jamaah mendoakan keselamatan keluarga serta kedamaian bangsa Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
- Penulis :
- Aditya Yohan





