HOME  ⁄  Nasional

Jembatan Putus Diterjang Banjir, Dua Desa di Kulawi Sigi Masih Terisolir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jembatan Putus Diterjang Banjir, Dua Desa di Kulawi Sigi Masih Terisolir
Foto: (Sumber: Masyarakat Desa Mataue Kecamatan Kulawi melintasi sungai untuk melakukan aktivitas usai banjir di daerah tersebut, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-BPBD Sulteng/pri..)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat dua desa di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, masih terisolir setelah banjir memutus jembatan penghubung antarwilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto mengatakan dua desa terdampak yakni Desa Mataue dan Desa Boladangko.

Di Desa Mataue, satu jembatan penghubung antara Desa Bolapapu Dusun 1 menuju Desa Mataue Dusun 2 terputus akibat banjir yang terjadi pada Minggu (17/5) dini hari.

“Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut,” kata Asbudianto di Palu, Senin.

Ia menyebut terdapat 16 warga kelompok rentan yang masih terisolir di Dusun 2 Desa Mataue yang terdiri atas empat balita, sembilan lansia, dan tiga penyandang disabilitas.

Material Banjir Hambat Aktivitas Warga

Selain memutus jembatan, banjir juga menutup akses jalan menuju fasilitas umum di Desa Boladangko akibat timbunan material.

Akses menuju kantor desa, sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan gereja sempat terganggu karena tertutup lumpur dan material bawaan banjir.

“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi disebabkan banjir tersebut, namun kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan sisa material banjir serta pembuatan jembatan darurat dan bronjong,” ujar Asbudianto.

Ia mengatakan warga bersama aparat desa telah melakukan pembersihan material secara mandiri agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Menurutnya, akses jalan di Desa Boladangko kini sudah dapat dilalui kendaraan bermotor jika kondisi arus sungai normal.

Pemkab Sigi Kerahkan Alat Berat

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pemerintah daerah telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD untuk mempercepat penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.

“Sudah saya minta alat berat untuk pembuatan jembatan darurat termasuk bronjong di Kulawi agar tidak terjadi banjir susulan di daerah tersebut,” kata Rizal.

Banjir di Kecamatan Kulawi terjadi akibat meningkatnya debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf