
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat pengujian sarana perkeretaapian menjelang implementasi mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku secara nasional pada 1 Juli 2026 guna menjaga keselamatan perjalanan, keandalan operasional, dan kualitas layanan transportasi publik berbasis energi hijau.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan KAI terus memperkuat kesiapan implementasi B50 melalui berbagai pengujian teknis pada sarana perkeretaapian berbasis diesel.
"Sebagai operator transportasi publik berbasis rel, KAI terus memperkuat kesiapan implementasi B50 melalui serangkaian pengujian teknis pada sarana perkeretaapian berbasis diesel," ungkap Anne Purba.
Pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Implementasi B50 juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperbesar pemanfaatan energi berbasis nabati pada sektor transportasi nasional.
Anne menjelaskan implementasi B50 merupakan kelanjutan dari penggunaan biodiesel sebelumnya, yakni B35 dan B40, yang telah diterapkan di lingkungan operasional KAI.
"KAI mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. Pada setiap tahapan implementasinya, aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kualitas layanan tetap menjadi perhatian utama," ujarnya.
Pengujian Dilakukan Bertahap di Sejumlah Depo
KAI bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS dalam mendukung implementasi B50.
Pengujian dilakukan secara bertahap sejak pertengahan April 2026.
Rangkaian pengujian dimulai dari proses pencampuran atau blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, hingga pengujian operasional pada berbagai jenis armada.
Untuk lokomotif, pengujian dilakukan di Depo Sidotopo dengan fokus pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar selama penggunaan B50.
Pengamatan dilakukan untuk memastikan karakteristik pembakaran, stabilitas performa mesin, dan efisiensi operasional tetap optimal dalam penggunaan harian.
Sementara itu, pengujian kereta pembangkit dilaksanakan di Depo Kereta Yogyakarta.
Fokus pengujian tersebut meliputi pemantauan konsumsi bahan bakar dan pengujian berkala setiap 300 jam operasi.
Pengujian dilakukan melalui tahapan pemeriksaan awal, penggunaan B40 sebagai pembanding, hingga penggunaan B50 untuk melihat respons sarana dalam berbagai kondisi operasional.
KAI juga menyiapkan pengujian lanjutan dalam jangka waktu lebih panjang untuk memastikan ketahanan sarana tetap terjaga saat digunakan secara intensif di lapangan.
Hingga saat ini, seluruh hasil pengujian masih dalam tahap evaluasi dan pemantauan bersama pemerintah serta tim teknis terkait.
"Percepatan implementasi B50 memerlukan kesiapan yang terukur agar tetap selaras dengan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik. KAI terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," kata Anne Purba.
Penggunaan Biodiesel Dinilai Tekan Emisi Transportasi
Sepanjang tahun 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kilogram CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton.
Jumlah emisi tersebut berasal dari layanan kepada sekitar 47,4 juta pelanggan.
Pada periode Januari hingga April 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI telah melayani 19.218.440 pelanggan.
KAI tetap konsisten menggunakan bahan bakar berbasis biodiesel dalam berbagai perjalanan kereta api berbasis diesel.
Dalam berbagai studi transportasi, moda berbasis rel disebut memiliki tingkat emisi lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Emisi kereta api rata-rata berada pada kisaran 15 hingga 40 gram CO₂ per penumpang-kilometer.
Sementara kendaraan pribadi dapat menghasilkan sekitar 120 hingga 250 gram CO₂ per penumpang-kilometer.
Kondisi tersebut menunjukkan penggunaan kereta api membantu menjaga emisi sektor transportasi tetap lebih terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya





