
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan Indonesia akan mengimpor tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram sebagai langkah awal menghadirkan alternatif pengganti LPG subsidi untuk kebutuhan rumah tangga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan impor dilakukan karena Indonesia belum memiliki kemampuan memproduksi tabung CNG dengan teknologi tersebut.
"Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar, ya. Kita belum," ungkap Laode.
Laode menjelaskan pemerintah saat ini membidik China sebagai negara penyedia tabung CNG untuk tahap awal penerapan program tersebut.
"Banyak sih negara yang ini, tetapi kami sejauh ini China," katanya.
Pemerintah Siapkan Tahapan Konversi LPG ke CNG
Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan berbagai tahapan penerapan CNG sebagai alternatif LPG untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga.
Laode menargetkan penggunaan CNG dapat mulai menggantikan LPG tabung 3 kilogram pada tahun ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Menurut Laode, impor tabung CNG hanya dilakukan pada tahap awal sebelum nantinya diproduksi di dalam negeri apabila penggunaan CNG telah berkembang secara masif.
"Iya, seperti itu (impor). Tahap awal, ya," ujar Laode.
Rencana penggunaan CNG sebagai alternatif LPG sebelumnya telah disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Mei 2026.
CNG Dinilai Punya Potensi Besar di Indonesia
Bahlil menjelaskan teknologi CNG sebenarnya bukan hal baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, pemanfaatan CNG selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga apabila hasil uji coba dinilai layak diterapkan secara luas.
Menurut Bahlil, CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri.
Indonesia juga dinilai memiliki sumber gas alam melimpah yang dapat mendukung kebutuhan CNG domestik.
Selain itu, pemerintah menyebut telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.
- Penulis :
- Arian Mesa





