HOME  ⁄  Nasional

Rano Karno Terkesan Sistem Pengolahan Sampah Kopenhagen yang Modern dan Ramah Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rano Karno Terkesan Sistem Pengolahan Sampah Kopenhagen yang Modern dan Ramah Lingkungan
Foto: (Sumber : Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, Minggu (17/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta..)

Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terinspirasi sistem pengelolaan sampah modern di fasilitas Copen Hill, Kopenhagen, Denmark, yang menerapkan pengolahan sampah terintegrasi dan ramah lingkungan.

Rano menilai fasilitas tersebut menunjukkan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara modern sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," kata Rano dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menyebut kawasan pengolahan sampah di Kopenhagen dirancang terbuka dan nyaman bagi publik karena dilengkapi area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput.

“Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi, fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” ujarnya.

Jakarta Ingin Percepat Pengolahan Sampah

Rano mengatakan pengalaman Kopenhagen menjadi inspirasi penting bagi Jakarta dalam mempercepat pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

Menurut dia, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga,” ungkap Rano.

Ia menegaskan Jakarta memiliki peluang besar mengurangi persoalan sampah apabila ada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Sampah Diubah Jadi Energi Listrik

Di fasilitas Copen Hill, sampah yang telah dipilah diolah menggunakan teknologi waste-to-energy dengan cara dibakar pada suhu hingga 1.000 derajat Celsius.

Panas dari proses pembakaran kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik yang mampu memenuhi kebutuhan energi sekitar 100 ribu hingga 150 ribu rumah tangga di Kopenhagen.

Fasilitas yang mulai beroperasi sejak 2017 itu mampu mengolah sekitar 440 ribu hingga 610 ribu ton sampah setiap tahun dan menghasilkan ratusan gigawatt listrik serta energi panas.

Perwakilan Amager Resource Center Flemming G Nielsen mengatakan keberhasilan sistem tersebut didukung kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah menjadi 10 kategori sejak dari rumah tangga.

“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori,” ujar Flemming.

Penulis :
Aditya Yohan