
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menghentikan operasi empat helikopter water bombing di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, setelah hasil pemantauan menunjukkan kebakaran telah berhasil dikendalikan dan tidak lagi ditemukan titik api maupun hotspot.
Operasi Pemadaman Beralih ke Tahap Pendinginan
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB Riswandi mengatakan penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone thermal.
“Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing,” ungkapnya.
Meski operasi pengeboman air dihentikan, BNPB tetap melanjutkan upaya pengendalian melalui pembasahan dan pendinginan tumpukan sampah agar tidak kembali memicu kebakaran.
“Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan, agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali,” katanya.
Kolaborasi Pemerintah Dinilai Berhasil
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan Suharyono menilai keberhasilan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan hasil koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh instansi yang terlibat.
“Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang, sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil,” ujarnya.
Suharyono menambahkan personel Manggala Agni telah bertugas selama delapan hari dan seluruhnya dalam kondisi sehat selama proses penanganan kebakaran.
“Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai,” katanya.
Pemerintah tetap melanjutkan proses pendinginan di area TPA Jatiwaringin untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan mencegah munculnya kembali titik api selama masa tanggap darurat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





