
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang terus melakukan proses pendinginan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Banten, meski kebakaran yang berlangsung selama 11 hari telah berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Pendinginan Dilakukan Selama Empat Hari
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan petugas masih melakukan penyiraman di sejumlah titik untuk mengantisipasi munculnya kembali api maupun asap.
“Pemadaman lewat darat yang dilakukan Unit Damkar BPBD tetap dilakukan penyiraman dibantu petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dalam upaya mengantisipasi jangan ada lagi timbul api atau asap baru selama empat hari ke depan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kebakaran yang melanda area seluas sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan hingga 100 persen dengan dukungan personel, armada pemadam, alat berat, dan empat helikopter water bombing.
Achmad juga memastikan tidak ada lagi warga yang harus mengungsi akibat dampak asap kebakaran.
“Pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi TPA Jatiwaringin sudah padam dan sudah tidak ada warga yang dievakuasi,” ujarnya.
Meski masyarakat di sekitar TPA tidak lagi diwajibkan memakai masker, petugas kesehatan tetap disiagakan untuk memantau kondisi warga.
BNPB Tetap Siagakan Personel dan Armada
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB Riswandi mengatakan pihaknya tetap menyiagakan personel dan armada udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah daerah.
“Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap membantu,” katanya.
BNPB juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan langkah mitigasi kebakaran di tempat pemrosesan akhir sampah selama musim kemarau.
“Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





