
Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan seluruh aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan saat menjalankan misi bantuan untuk Gaza pada Selasa (19/5) di Kuala Lumpur.
Anwar mengatakan pemerintah Malaysia terus berkoordinasi dengan sejumlah pemimpin negara sahabat untuk memastikan para aktivis yang ditahan dapat segera dibebaskan.
"Saya sedang bekerja sama erat dengan para pemimpin negara-negara sahabat untuk memastikan seluruh aktivis yang ditahan oleh rezim Zionis Israel segera dibebaskan," kata Anwar.
Malaysia Kecam Penahanan Aktivis Kemanusiaan
Anwar menegaskan Malaysia menuntut agar seluruh aktivis tidak diperlakukan secara zalim maupun dikenai tindakan yang tidak berperikemanusiaan selama dalam penahanan.
Ia menyebut para aktivis hanya membawa bantuan kemanusiaan dan menyuarakan perdamaian bagi rakyat Palestina.
Menurut Anwar, tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.
"Ia menilai tindakan terhadap misi bantuan kemanusiaan itu tidak hanya melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, tetapi juga menunjukkan kesewenang-wenangan rezim Zionis Israel."
Lebih dari 100 Aktivis Ditahan
Anwar mengungkapkan lebih dari 100 aktivis Global Sumud Flotilla ditahan dalam operasi tersebut, termasuk 16 warga negara Malaysia yang ikut dalam misi damai ke Gaza.
Ia juga menuding Israel sengaja menutup akses bantuan kemanusiaan dan membungkam dukungan internasional terhadap Palestina.
"Penindasan terhadap rakyat Palestina dan terhadap mereka yang membawa bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan," ujarnya.
Anwar menambahkan Israel harus bertanggung jawab atas seluruh tindakan yang dilakukan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





