
Pantau - Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono meminta kamera pengawas atau CCTV di Jakarta digunakan untuk pemantauan aktif secara real-time agar penanganan gangguan keamanan tidak selalu menunggu viral di media sosial.
“CCTV harus digunakan untuk pemantauan aktif secara real-time, bukan hanya menjadi rekaman setelah kejadian,” kata Mujiyono di Jakarta, Selasa (19/5).
Pernyataan itu disampaikan menyusul penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya terkait optimalisasi pemanfaatan CCTV di ibu kota.
DPRD Dorong Penambahan CCTV di Wilayah Rawan
Mujiyono mengatakan Komisi A DPRD DKI menyambut baik kerja sama tersebut karena sudah lama mendorong optimalisasi sistem pengawasan berbasis CCTV.
Ia meminta pemasangan CCTV diprioritaskan di pasar tradisional, terminal, kawasan permukiman padat, dan wilayah rawan gangguan ketertiban umum.
“Sejak Oktober 2024, kami sudah mengingatkan bahwa kebutuhan managed service CCTV, khususnya di wilayah rawan kriminalitas dan konflik, sangat mendesak,” ujarnya.
Menurut Mujiyono, saat ini CCTV di Jakarta baru tersebar di 4.191 titik dan masih jauh dari kebutuhan ideal sekitar 70 ribu titik berdasarkan kajian PwC tahun 2017.
Komisi A juga mendorong integrasi CCTV milik swasta seperti pusat perbelanjaan, kawasan usaha, dan ruang publik ke dalam sistem pengawasan milik Pemprov DKI.
Perlindungan Privasi Jadi Perhatian
Mujiyono menegaskan sistem pemantauan CCTV harus berjalan selama 24 jam dengan prosedur pengawasan yang jelas.
Komisi A DPRD DKI juga meminta integrasi CCTV disinkronkan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait pemasangan CCTV di 30 ribu titik kawasan permukiman warga.
Selain itu, DPRD menyoroti pentingnya perlindungan privasi masyarakat dalam penggunaan rekaman CCTV.
“Ukuran keberhasilannya adalah apakah warga Jakarta benar-benar merasa lebih aman,” ungkap Mujiyono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya mengintegrasikan sekitar 24 ribu CCTV dari berbagai sumber ke dalam satu sistem pengawasan bersama.
- Penulis :
- Aditya Yohan





