
Pantau - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural ekonomi domestik dan menurunnya kepercayaan investor.
Harris menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi mulai dari intervensi pasar valuta asing hingga pengelolaan instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.
Namun, tekanan terhadap rupiah dinilai menunjukkan adanya persoalan domestik yang perlu dibenahi.
“Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” kata Harris.
DPR Soroti Faktor Domestik Pengaruhi Nilai Tukar
Harris menyebut kondisi fiskal, defisit transaksi berjalan, dinamika investasi, dan kepastian kebijakan ekonomi menjadi faktor penting dalam menentukan ketahanan nilai tukar rupiah.
Dia menilai stabilitas rupiah harus dijaga melalui koordinasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Harris, kepercayaan investor menjadi elemen utama dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
“Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Komisi XI Dorong Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal
Harris juga menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian.
Dia menyebut sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi penentu kemampuan Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global.
Komisi XI DPR RI akan terus mengawasi langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar mampu menjaga nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan penguatan fundamental ekonomi dan terjaganya kepercayaan investor, DPR berharap rupiah memiliki ketahanan lebih baik menghadapi gejolak global di masa mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





