HOME  ⁄  Nasional

BKSAP DPR Kecam Penangkapan Lima WNI Peserta Misi Flotila Kemanusiaan Gaza oleh Israel

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BKSAP DPR Kecam Penangkapan Lima WNI Peserta Misi Flotila Kemanusiaan Gaza oleh Israel
Foto: (Sumber : Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina, Dr. Syahrul Aidi Maazat Lc MA saat ekspos terkait nasib Palestina, dalam rilisnya diterima ANTARA, Kamis (25/7/2024). ANTARA/HO-Humas DPR RI.)

Pantau - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI mengecam keras tindakan Israel yang menangkap lima warga negara Indonesia saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, di perairan Mediterania.

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengatakan penangkapan terhadap aktivis dan jurnalis Indonesia tersebut mencederai prinsip hukum internasional, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil.

"Kami mengecam keras tindakan militer Israel yang melakukan intersepsi dan penangkapan terhadap WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza," kata Syahrul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5).

BKSAP menerima informasi bahwa lima WNI yang ditangkap terdiri atas aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai media nasional.

BKSAP Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik

Syahrul menilai tindakan Israel menunjukkan sikap represif dan pengabaian terhadap hukum humaniter internasional di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.

"Israel kembali mempertontonkan tindakan arogan terhadap warga sipil internasional yang membawa bantuan dan solidaritas kemanusiaan. Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan semacam ini," ujarnya.

BKSAP DPR RI mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri segera mengambil langkah diplomatik maksimal guna memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang ditangkap.

"Kami meminta pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional, termasuk melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi kemanusiaan internasional, dan negara-negara sahabat," ungkap Syahrul.

Kemenlu RI Juga Kecam Pencegatan Flotila

Syahrul menegaskan penangkapan tersebut tidak boleh menghentikan perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.

"Solidaritas terhadap Palestina adalah amanat konstitusi dan panggilan kemanusiaan. Penangkapan ini tidak boleh menyurutkan dukungan dunia terhadap rakyat Gaza yang hingga hari ini masih menghadapi blokade, serangan militer, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI juga mengecam keras aksi pasukan Israel yang mencegat rombongan flotila kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan Siprus pada Senin (18/5) waktu setempat.

"Kemenlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0," kata Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang.

Yvonne menyebut insiden pencegatan terjadi di wilayah timur Laut Mediterania saat kapal-kapal kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Penulis :
Ahmad Yusuf