HOME  ⁄  Nasional

Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Kompas Moral dan Penentu Masa Depan Bangsa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ibas Ajak Mahasiswa Jadi Kompas Moral dan Penentu Masa Depan Bangsa
Foto: (Sumber : Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono saat menerima audiensi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Arifman/Sari.)

Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak mahasiswa menjadi generasi muda yang berkarakter, peduli sosial, dan mampu menjadi kompas moral bangsa saat menerima audiensi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ibas menegaskan mahasiswa memiliki peran penting sebagai penerus dan penentu arah masa depan Indonesia.

Ibas Sebut Mahasiswa Penentu Arah Bangsa

Ibas mengapresiasi kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus yang datang untuk berdiskusi dan bersilaturahmi di lingkungan DPR RI.

“Saya bangga, berterima kasih, dan senang sering menerima ataupun bersilaturahmi terhadap semua elemen kepemudaan termasuk para mahasiswa dalam lintas kampus dan lintas program studi,” ujarnya.

Mahasiswa yang hadir berasal dari Institut Studi Islam Muhammadiyah Kabupaten Pacitan, Universitas Indonesia, UPN Veteran Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, hingga Universitas Pertahanan.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu mengatakan pendidikan tidak hanya soal mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab sosial.

“Kalian semua adalah calon-calon penghuni masa depan bangsa Indonesia. Kalian adalah generasi muda yang menjadi penerus dan penentu arah bangsa ini,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa terus membangun optimisme, semangat belajar, dan keberanian berinovasi di tengah perkembangan zaman.

Mahasiswa Diminta Jadi Kompas Moral Bangsa

Dalam paparannya, Ibas menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepedulian sosial.

“Pendidikan sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, kepribadian, dan perilaku,” tuturnya.

Menurutnya, kecerdasan tanpa kepedulian tidak akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Kalau kita hanya cerdas dan matang, tetapi tidak peduli untuk memberikan solusi terhadap tantangan di sekitar kita, maka kita belum bermanfaat secara optimal,” tegasnya.

Menjelang Hari Kebangkitan Nasional, Ibas juga mengajak mahasiswa menjaga persatuan dan mengawal pemerintahan agar tetap berjalan sesuai aspirasi rakyat.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar memahami filosofi bangsa, tetapi bagaimana kita terus mengawal pemerintahan untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Ibas berharap mahasiswa mampu menjadi generasi muda yang membawa Indonesia lebih maju dan berdaya saing.

“Kalian harus bisa menjadi kompas moral bangsa,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf