
Pantau - Pemerintah Provinsi Maluku mengoptimalkan peran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai pusat peningkatan keterampilan tenaga kerja guna mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi di pasar kerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Maluku M. Rizal Latuconsina mengatakan langkah tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan sekaligus menekan angka pengangguran di Maluku.
“Pemerintah Provinsi Maluku dalam berbagai kegiatan berfokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi. Ini penting untuk mengoptimalkan potensi para pencari kerja sehingga ikut meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah,” kata Rizal di Ambon, Selasa (19/5/2026).
Fokus Perbaiki Kesesuaian Kebutuhan Industri
Rizal menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan pelatihan vokasi melalui BPVP agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Ia mengakui masih terdapat persoalan link and match antara tenaga kerja yang dilatih dengan kebutuhan pasar kerja di lapangan.
“Masalah lainnya adalah kurangnya link and match bahwa tenaga kerja yang kita didik ternyata tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pasar kerja. Karena itu gubernur mengarahkan agar diciptakan suatu ekosistem ketenagakerjaan yang baik di Maluku untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Pemprov Maluku juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan kontraktor minyak dan gas, untuk menghadirkan pelatihan bersertifikasi internasional bagi peserta BPVP.
“Kami menjalin kerja sama dengan pihak ketiga seperti kontraktor migas yang juga memiliki sertifikasi pelatihan internasional, sehingga kualitas tenaga kerja kita bisa memenuhi kebutuhan industri,” ungkap Rizal.
Pengangguran di Maluku Mengalami Penurunan
Rizal mengajak generasi muda di Maluku memanfaatkan fasilitas pelatihan BPVP secara maksimal karena program tersebut didukung pemerintah pusat melalui APBN untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku pada Februari 2026 turun menjadi 5,80 persen atau lebih rendah 0,15 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyebut penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan penyerapan tenaga kerja di wilayah Maluku.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





