HOME  ⁄  Nasional

Industri Animasi Indonesia Tumbuh 3,3 Kali Lipat dalam 10 Tahun, Pemerintah Dorong Penguatan IP Lokal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Industri Animasi Indonesia Tumbuh 3,3 Kali Lipat dalam 10 Tahun, Pemerintah Dorong Penguatan IP Lokal
Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya memberi sambutan dalam acara peluncuran dan konferensi pers "Indonesia Animation Report 2026" di Jakarta, Selasa 19/5/2026 (sumber: ANTARA/Farika Nur Khotimah)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut industri animasi Indonesia tumbuh lebih dari tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir seiring meningkatnya produksi dan pengembangan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Riefky dalam peluncuran dan konferensi pers “Indonesia Animation Report 2026” di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Riefky mengungkapkan, “Industri animasi Indonesia berhasil tumbuh dari sekitar Rp240 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp800 miliar pada tahun 2025."

Ia melanjutkan, “Capaian ini berarti ekonomi animasi kita telah meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 13 persen.”

Industri Animasi Nasional Bertransformasi

Riefky menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan industri animasi nasional mulai bertransformasi dari sekadar penyedia jasa produksi bagi IP internasional menjadi pencipta IP orisinal karya anak bangsa.

Menurutnya, pada tahun 2025 pendapatan dari sektor kekayaan intelektual animasi meningkat 280 persen dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Riefky mengatakan, “Fenomena ini menegaskan transformasi industri animasi Indonesia yang tadinya penyedia jasa atau services bagi berbagai IP internasional namun kemudian dapat menciptakan berbagai IP original karya anak bangsa.”

Saat ini anggota Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) tercatat telah memiliki 299 IP karakter lokal.

Riefky mencontohkan keberhasilan film animasi “Jumbo” produksi Visinema yang berhasil meraih lebih dari 10 juta penonton bioskop.

Ia menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa karya animasi lokal mampu diterima pasar luas.

Riefky mengungkapkan, “Keberhasilan ini membuktikan secara nyata bahwa kualitas karya animator kita sudah berada di level yang sangat kompetitif dan siap berdaulat secara ekonomi.”

Pemerintah Perkuat Ekosistem Industri Animasi

Pemerintah disebut terus memperkuat ekosistem industri animasi nasional melalui kebijakan berbasis riset, perlindungan kekayaan intelektual, dan pengembangan pembiayaan berbasis IP.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif juga resmi meluncurkan “Indonesia Animation Report 2026”.

Laporan tersebut merupakan studi komprehensif yang memetakan kondisi, potensi, serta tantangan industri animasi nasional.

Penulis :
Arian Mesa