HOME  ⁄  Nasional

Kemenperin Dorong Tenun Ikat Kediri Naik Kelas Melalui Kolaborasi Desain dan Inovasi Produk

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenperin Dorong Tenun Ikat Kediri Naik Kelas Melalui Kolaborasi Desain dan Inovasi Produk
Foto: Kementerian Perindustrian memberikan edukasi IKM tenun ikat Kota Kediri, Jawa Timur (sumber: Pemkot Kediri)

Pantau - Kementerian Perindustrian mengapresiasi kualitas produksi tenun ikat khas Kota Kediri dan mendorong para pelaku industri kecil dan menengah agar semakin kreatif dalam meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan mengatakan produk tenun ikat Kediri memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi dikembangkan menjadi produk fesyen bernilai tinggi.

“Secara teknis produk tenun di Kota Kediri sudah sangat baik, untuk itu kami kolaborasikan IKM tenun dan IKM fesyen di Kota Kediri agar nantinya bisa menghasilkan produk jadi seperti tas, baju atau produk aksesoris yang semakin diminati masyarakat,” ungkap Budi.

Kegiatan edukasi tersebut digelar di Kota Kediri pada 18 hingga 22 Mei 2026 dan diikuti 20 peserta yang terdiri dari pelaku IKM fesyen serta para perajin tenun ikat.

Program itu mengusung misi mendorong perajin lokal naik kelas melalui pendampingan desain dan inovasi produk agar mampu bersaing di pasar modern.

Kolaborasi dengan Universitas Ciputra

Kemenperin menggandeng Universitas Ciputra sebagai pemateri dalam kegiatan edukasi bagi para perajin tenun ikat di Kediri.

Budi menilai jurusan desain di Universitas Ciputra memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengembangan desain produk.

“Kami melihat jurusan desain di Universitas Ciputra sangat luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kain tenun tidak hanya akan diolah menjadi pakaian biasa, melainkan diversifikasi menjadi produk fesyen bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dan lainnya,” katanya.

Pemerintah berharap peserta pelatihan mampu menghasilkan prototype produk fesyen berbasis tenun dalam waktu satu bulan setelah pelatihan berlangsung.

Pemerintah juga akan terus mendampingi para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan sesuai standar dan memiliki kualitas yang baik.

“Kami optimistis kegiatan ini memberikan manfaat yang besar. Dari sisi teknis teman-teman sudah keren, mudah-mudahan dengan waktu terbatas ini bisa memunculkan produk baru yang inovatif,” ujar Budi.

Tenun Ikat Dinilai Jadi Identitas Budaya Kediri

Ketua Dekranasda Kota Kediri Faiqoh Azizah mengatakan edukasi dari Kemenperin sangat membantu pengusaha tenun ikat di Kota Kediri dalam menghadapi tantangan industri kreatif yang semakin dinamis.

Menurut Faiqoh, tenun ikat tidak hanya menjadi kain tradisional tetapi juga identitas budaya dan kebanggaan masyarakat Kota Kediri.

Ia menilai perubahan selera pasar dan perkembangan tren fesyen yang cepat membuat produk lokal dituntut tampil lebih kreatif dan inovatif.

Faiqoh menyebut pengembangan desain dapat dilakukan melalui eksplorasi warna, motif, jenis benang, variasi bahan, hingga kombinasi bahan baku agar produk semakin diminati pasar.

“ Saya berharap adanya kesinambungan yang kuat antara penyedia (supply) kain tenun dengan proses kreatif sehingga akan tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan,” kata Faiqoh.

Ia juga berharap para perajin terus meningkatkan kemampuan dalam merancang desain, memahami kebutuhan pasar, serta menciptakan produk yang tetap memiliki identitas budaya dan relevan dengan tren masa kini.

Penulis :
Shila Glorya