HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Masuk Terburuk Keempat Dunia, Warga Diminta Pakai Masker

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Masuk Terburuk Keempat Dunia, Warga Diminta Pakai Masker
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Masyarakat menggunakan masker untuk menghindari polusi udara di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. ANTARA/Siti Nurhaliza./aa.)

Pantau - Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia berdasarkan data pemantau kualitas udara IQAir.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 05.42 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 158 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 65 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut membuat masyarakat disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari dampak polusi udara.

Situs IQAir juga merekomendasikan warga menutup jendela rumah untuk mengurangi paparan udara kotor dari luar ruangan.

Jakarta Masuk Empat Besar Kota Berudara Terburuk

Kategori kualitas udara tidak sehat dinilai dapat berdampak buruk bagi kelompok sensitif, termasuk anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Selain berisiko bagi kesehatan manusia, kualitas udara buruk juga dapat memengaruhi hewan sensitif, tumbuhan, dan menurunkan nilai estetika lingkungan.

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia, Lahore di Pakistan berada di posisi pertama dengan AQI 343.

Johannesburg, Afrika Selatan, berada di posisi kedua dengan AQI 172, disusul Kuwait di posisi ketiga dengan AQI 162.

Sementara Jakarta menempati posisi keempat dan Delhi, India, berada di posisi kelima dengan AQI 132.

Pemprov DKI Siapkan Langkah Pengendalian Polusi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat menghadapi pencemaran udara selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.

Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas sistem pemantauan udara dan pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.

Pemprov DKI juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi setiap sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Pemprov DKI menilai pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan secara parsial sehingga membutuhkan kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf