HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kebudayaan Verifikasi Tiga Tradisi Sasak Lombok Timur Jadi Warisan Budaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Kebudayaan Verifikasi Tiga Tradisi Sasak Lombok Timur Jadi Warisan Budaya
Foto: (Sumber : Salah satu tradisi belanjakan masyarakat di Lombok Timur, Provinsi NTB. ANTARA/Akhyar Rosidi/aa.)

Pantau - Kementerian Kebudayaan melakukan verifikasi terhadap tiga tradisi budaya Sasak yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB pada 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur M Nurul Wathoni mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya Sasak agar mendapatkan pengakuan resmi dari negara.

“Kami terus berupaya agar warisan budaya benda maupun tak benda di daerah tetap lestari. Besar harapan kami agar tiga warisan budaya yang diverifikasi hari ini dapat lolos,” ungkapnya.

Tim verifikasi terdiri dari Direktorat Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, dan Dinas Kebudayaan Provinsi NTB yang turun langsung meninjau tradisi yang diusulkan.

Tiga tradisi yang diverifikasi meliputi tradisi belanjakan Masbagik, tradisi tenun Sapit Swele, dan Jajan Temerodok Desa Sakra.

Pemkab Lombok Timur Lengkapi Dokumen Pendukung

Nurul Wathoni mengatakan pihaknya saat ini tengah melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar ketiga tradisi tersebut dapat ditetapkan menjadi WBTB pada 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan terus mengusulkan warisan budaya lainnya dengan dukungan kajian ilmiah yang memadai.

“Ke depan kami akan terus mengusulkan warisan budaya lain dengan dukungan kajian ilmiah,” katanya.

Ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam proses kajian budaya sehingga membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan berbagai pihak.

Nurul turut mengapresiasi tim verifikasi dan masyarakat Masbagik, Desa Sakra, serta Sapit yang ikut mendukung pelestarian budaya Sasak.

Masyarakat Diajak Jaga Kelestarian Budaya Sasak

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun agar tetap lestari dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Mari berkolaborasi untuk tetap melestarikan budaya sasak, supaya memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelestarian budaya lokal dinilai penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor budaya dan pariwisata di Lombok Timur.

Penulis :
Aditya Yohan