
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengecam aksi penahanan sembilan warga negara Indonesia oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza.
Kemenko Polkam menyatakan tindakan tersebut mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers karena di antara para WNI yang ditahan terdapat tiga wartawan media nasional.
Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenko Polkam Honi Havana mengatakan, "Bapak Menko Polkam mendukung langkah dan pernyataan Menteri Luar Negeri RI bersama negara-negara sahabat yang mengecam pencegatan terhadap armada Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan sejumlah personelnya oleh militer Israel."
Honi menegaskan pemerintah akan terus mengedepankan perlindungan terhadap para WNI yang ditahan Israel.
"Prinsipnya kita tetap mengedepankan perlindungan keselamatan WNI, kebebasan pers, serta prinsip-prinsip kemanusiaan," ungkap Honi Havana.
Pemerintah Perkuat Jalur Diplomatik dan Perlindungan WNI
Kemenko Polkam menyatakan akan mendukung seluruh langkah penyelamatan WNI yang sedang dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Menko Polkam juga memerintahkan seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi melalui jalur diplomatik, hukum, dan komunikasi internasional untuk membebaskan para WNI.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi seluruh WNI yang mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel.
Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, "Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel."
Kemlu RI bersama perwakilan Indonesia di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan pihak terkait untuk memastikan kondisi para WNI aman dan terlindungi.
Dari sembilan WNI tersebut, tiga di antaranya merupakan wartawan media nasional yakni Bambang Noroyono, Thoudy Badai, dan Andre Prasetyo Nugroho.
Vahd Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran sedang dimaksimalkan untuk memberikan perlindungan penuh kepada para WNI.
KBRI Disiagakan dan Dukungan Medis Disiapkan
Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan situasi di lapangan masih sangat dinamis setelah penculikan lima WNI pertama pada Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Yvonne, WNI lainnya yang sempat lolos dari pencegatan masih terancam ditangkap Israel.
"KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Zionis Israel," kata Yvonne Mewengkang.
Perwakilan RI juga disiapkan untuk menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP apabila paspor para WNI disita.
Pemerintah Indonesia turut menyiapkan dukungan medis bagi para WNI apabila diperlukan selama proses penanganan berlangsung.
Yvonne menegaskan Indonesia mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya, termasuk WNI.
Pemerintah Indonesia menilai tindakan tersebut menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional dan kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
- Penulis :
- Shila Glorya





