
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan para aktivis Global Sumud Flotilla setelah seluruh kapal misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di laut lepas.
“Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi, dan mereka harus dipastikan tetap aman,” kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa.
Dujarric menegaskan hukum internasional di laut lepas harus dipatuhi oleh seluruh pihak.
“Hukum internasional di laut lepas harus dipatuhi,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran hukum internasional dalam penyergapan kapal flotilla tersebut, Dujarric menyebut pihaknya masih meninjau situasi lebih lanjut.
“Tetapi hal tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan mengindahkan hukum internasional secara penuh,” ucapnya.
PBB Soroti Hambatan Bantuan Kemanusiaan
PBB kembali mendesak Israel agar menghentikan pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
“Ingatlah bahwa cara terbaik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah melalui jalur resmi, dan supaya semakin banyak bantuan yang masuk, Israel harus menyingkirkan berbagai rintangan dan batasan yang ada, yang tak memungkinkan kami membawa masuk bantuan yang diperlukan,” kata Dujarric.
Menurut PBB, kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat keterbatasan akses bantuan dan kerusakan infrastruktur vital.
Dujarric juga menyoroti kelangkaan suku cadang generator listrik dan stasiun pompa air, penumpukan sampah padat, serta minimnya material untuk pembangunan kembali permukiman warga di Gaza.
Aktivis Flotilla Jadi Sorotan Dunia
Misi Global Sumud Flotilla sebelumnya berlayar membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang masih berada dalam blokade.
Penyergapan kapal-kapal flotilla oleh pasukan Israel memicu kecaman internasional, termasuk dari Indonesia yang mendesak pembebasan seluruh awak misi kemanusiaan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI juga mengonfirmasi seluruh WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





