HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Pastikan Makanan Siap Santap Jamaah Haji Bisa Langsung Dikonsumsi Tanpa Dipanaskan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenhaj Pastikan Makanan Siap Santap Jamaah Haji Bisa Langsung Dikonsumsi Tanpa Dipanaskan
Foto: Petugas menunjukkan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) untuk jamaah calon haji di Makkah, Rabu 20/5/2026 (sumber: MCH 2026)

Pantau - Kementerian Haji memastikan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) yang disiapkan untuk jamaah calon haji dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan selama fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji, Jaenal Effendi, mengatakan makanan tersebut dirancang praktis untuk memudahkan aktivitas jamaah di tengah padatnya rangkaian ibadah haji.

“Jamaah cukup membuka kemasan makanan dan langsung menyantapnya tanpa proses memasak maupun pemanasan,” ungkap Jaenal Effendi.

Disiapkan Khusus untuk Fase Puncak Haji

Kemenhaj menyiapkan sekitar 3,08 juta porsi makanan Ready to Eat untuk mendukung kebutuhan konsumsi jamaah selama fase puncak ibadah haji.

Makanan siap santap tersebut dirancang khusus agar mudah digunakan saat jamaah berada di Armuzna yang memiliki keterbatasan fasilitas dan mobilitas tinggi.

Kemasan makanan juga dibuat multifungsi sehingga dapat langsung digunakan sebagai wadah makan oleh jamaah.

Kemenhaj turut menyiagakan petugas haji untuk memberikan edukasi terkait cara penggunaan makanan RTE kepada jamaah.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jamaah yang belum terbiasa mengonsumsi makanan siap santap selama pelaksanaan ibadah haji.

Mengusung Cita Rasa Nusantara dan Standar TKDN

Jaenal Effendi memastikan seluruh makanan RTE yang disiapkan telah melalui uji laboratorium dan memiliki daya tahan hingga 18 bulan.

“Seluruh menu makanan menggunakan cita rasa nusantara agar sesuai dengan selera jamaah asal Indonesia,” ujar Jaenal Effendi.

Beberapa varian menu yang disiapkan antara lain nasi uduk daging, kari ayam, dan rendang.

Kemenhaj juga memastikan paket konsumsi tersebut memenuhi standar tingkat komponen dalam negeri atau TKDN.

Minimal 50 persen bahan baku dalam paket makanan siap santap tersebut berasal dari produk Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa