HOME  ⁄  Nasional

DPR Tegaskan Pengawasan Lintas Komisi untuk Pelayanan Haji 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

DPR Tegaskan Pengawasan Lintas Komisi untuk Pelayanan Haji 2026
Foto: Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Muhammad Nasir Djamil, sebelum berangkat ke Makkah di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Rabu 20/5/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, menegaskan keterlibatan Komisi III DPR RI dalam Timwas Haji merupakan bentuk komitmen parlemen untuk memperkuat pengawasan pelayanan jemaah haji Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasir Djamil sebelum berangkat ke Makkah melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Menurut Nasir, pelaksanaan ibadah haji melibatkan jutaan orang sehingga membutuhkan pengawasan lintas komisi di DPR RI.

Pengawasan Pelayanan Haji

Nasir Djamil mengatakan seluruh komisi di DPR RI diharapkan ikut terlibat dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Diharapkan semua komisi terlibat dalam pengawasan pelaksanaan ibadah haji karena melibatkan jumlah orang yang ramai. Masing-masing komisi nanti akan melihat aspek apa yang perlu dievaluasi dan kemudian diperbaiki sehingga kualitas pelayanan terhadap calon jemaah haji oleh pemerintah ini bisa maksimal dilakukan," ungkapnya.

Kehadiran seluruh komisi dalam Timwas Haji DPR RI disebut sebagai bentuk tanggung jawab DPR untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar.

Nasir menegaskan pelayanan pemerintah kepada warga negara yang menjalankan ibadah haji harus berkualitas.

"Ini sebagai bentuk komitmen DPR untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya itu bisa berjalan lancar. Pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada warga negara yang melaksanakan ibadah haji di tanah suci itu harus berkualitas," katanya.

Fokus Pengawasan Timwas Haji

Pengawasan Timwas Haji akan difokuskan pada sejumlah sektor penting.

Sektor tersebut meliputi akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga layanan saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Menurut Nasir, pengawasan dilakukan agar persoalan klasik yang sering dialami jemaah tidak kembali terjadi pada musim haji tahun ini.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masalah mobilitas dan transportasi jemaah di Tanah Suci.

"Jangan sampai lagi ada berita bahwa jemaah haji kita harus berjalan kaki sementara transportasi itu ada tapi tidak bisa digunakan karena kondisi di sana yang agak crowded," ujarnya.

Nasir berharap seluruh layanan haji tahun ini dapat berjalan lebih tertata sehingga jemaah terhindar dari situasi yang menyulitkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Penulis :
Leon Weldrick