
Pantau - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan berkas perkara kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, telah rampung dan segera dilimpahkan ke jaksa untuk proses persidangan.
Informasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta.
Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Mariochristy P. S. Siregar mengatakan proses penyidikan kini memasuki tahap akhir sebelum pelimpahan ke pengadilan.
“Saat ini berkas sudah selesai … Dan tidak lama lagi, sudah, kita sudah kirimkan berkas kepada nanti untuk ke jaksa. Karena ini tuntutannya di bawah lima tahun. Jadi, nanti akan langsung dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Bekasi Kota,” ungkap Mario.
Penyidikan Libatkan Sejumlah Saksi
Penyidikan kasus kecelakaan tersebut dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Kota Bekasi dengan pendampingan dari Korlantas Polri.
Korlantas turut membantu pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam rangkaian kecelakaan yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Mario menjelaskan terdapat dua peristiwa dalam rangkaian kecelakaan tersebut.
Peristiwa pertama merupakan kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan taksi daring di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa kedua merupakan tabrakan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang kini bernama KA Anggrek.
Dalam proses penyidikan, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut.
Saksi yang diperiksa meliputi pengemudi taksi daring, masinis KRL, penjaga palang pintu perlintasan kereta, hingga perwakilan agen tunggal pemegang merek kendaraan taksi.
Mario tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Kronologi dan Jumlah Korban
Kecelakaan antara KA Anggrek dan KRL terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di Stasiun Bekasi Timur.
Sebelum tabrakan utama terjadi, terdapat insiden temperan antara KRL dan taksi daring yang mogok di tengah rel pada perlintasan sebidang dekat stasiun.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut total korban dalam insiden tersebut mencapai 124 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Sebanyak 103 korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis.
“Lima korban masih dirawat,” kata Dudy.
- Penulis :
- Shila Glorya





