HOME  ⁄  Nasional

LAZISNU dan Baznas Salurkan Modal Rp2,6 Miliar untuk Dampingi UMKM di Empat Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

LAZISNU dan Baznas Salurkan Modal Rp2,6 Miliar untuk Dampingi UMKM di Empat Daerah
Foto: (Sumber : Pembukaan rangkaian sinergi program pemberdayaan antara LAZISNU dan Baznas. ANTARA/HO-LAZISNU.)

Pantau - LAZISNU bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas memberikan bantuan permodalan dan pendampingan kepada ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indramayu, Jember, Serang, dan Pringsewu guna mendorong pengembangan ekonomi umat.

Program pemberdayaan tersebut menyalurkan dana usaha senilai Rp2,6 miliar yang terdiri dari Rp2 miliar dari Baznas dan Rp600 juta dari LAZISNU PBNU dalam bentuk gerobak usaha, modal usaha, hingga pendampingan selama dua tahun.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Riri Khariroh mengatakan program itu diharapkan menjadi contoh sinergi pemberdayaan ekonomi antara LAZISNU dan Baznas.

“Kita ingin bahwa program ini menjadi best practice kerja sama antara LAZISNU dan Baznas untuk peningkatan ekonomi umat,” ujar Riri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Riri, empat daerah penerima program dipilih karena memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi sehingga membutuhkan intervensi pemberdayaan ekonomi dari lembaga filantropi.

Fokus Kembangkan UMKM Makanan dan Minuman

Riri menjelaskan setiap daerah memiliki sekitar 50 penerima manfaat yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM di bidang makanan dan minuman.

“Wilayah-wilayah dengan kantong kemiskinan, di wilayah ini juga banyak pesantren yang mau berkembang ekonominya. Setiap masing-masing daerah itu sekitar 50 penerimanya,” katanya.

Ia menyebut pedagang gorengan dan usaha minuman menjadi fokus utama program pengembangan UMKM tersebut.

“Pedagang gorengan kemudian minuman-minuman akan menjadi fokus dari UMKM yang akan dikembangkan,” ujar Riri.

Menurutnya, program pemberdayaan itu juga terus berkembang dengan munculnya tambahan UMKM baru yang bergabung dalam jaringan binaan NU Care-LAZISNU.

“Alhamdulillah laporan yang kami dapat dari daerah, sebulan itu dua UMKM tambahan muncul menjadi bagian dari jaringan UMKM-nya NU Care-LAZISNU. Nanti bisa kita kembangkan untuk wilayah-wilayah yang lebih luas,” ungkapnya.

Baznas Tekankan Pendampingan Berkelanjutan

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan program pemberdayaan tidak hanya sebatas memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif kepada penerima manfaat.

“Tentu kami tidak lepas begitu saja, ada pendampingan dan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” katanya.

Zainut berharap masyarakat penerima bantuan dapat berkembang dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pemberi zakat di masa mendatang.

“Kita berharap di daerah tersebut juga memastikan ada peningkatan, para mustahik atau yang mendapatkan bantuan, semoga tahun berikutnya menjadi muzaki, terutama di lingkungan pesantren,” ujar Zainut.

Penulis :
Ahmad Yusuf