HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Suasana tambak udang saat panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc..)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan di tengah situasi konflik geopolitik global, termasuk keberhasilan produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah, yang dinilai menjadi bagian penting penguatan ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita," ungkap Presiden Prabowo saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu.

Pemerintah Genjot Ketahanan Pangan Nasional

Prabowo menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil langkah strategis pemerintah selama 19 bulan terakhir sejak dirinya memimpin pemerintahan pada Oktober 2024.

"Kita alhamdulillah dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya mimpin pemerintahan dari Oktober 2024, 1 tahun 7 bulan. Jadi 19 bulan," ujarnya.

Menurut Presiden, capaian swasembada saat ini mencakup komoditas utama seperti beras, jagung, hingga protein telur ayam.

Sementara untuk komoditas daging, pemerintah masih mempercepat produksi dengan target swasembada penuh dalam empat hingga lima tahun mendatang.

Prabowo juga menegaskan pentingnya memperkuat sektor pertahanan nasional di tengah ketidakpastian global agar kekayaan alam Indonesia tetap terlindungi dari intervensi asing.

"Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri," tegasnya.

Tambak Modern Kebumen Jadi Percontohan

Selain fokus pada ketahanan pangan, Presiden menyoroti pentingnya menghentikan kebocoran kekayaan negara agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan," kata Prabowo.

Pemerintah saat ini terus memperluas pembangunan proyek produktif di berbagai daerah seperti Waingapu, Gorontalo, hingga Pantura Jawa Barat melalui pengembangan tambak udang dan ikan.

Langkah tersebut menjadi bagian strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

Salah satu proyek unggulan yang dikembangkan pemerintah adalah Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen yang mengintegrasikan teknologi modern di lahan seluas 100 hektare.

Hingga siklus operasional kedelapan, kawasan tersebut telah memproduksi 1.151.497 kilogram udang dengan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp83,3 miliar.

Kawasan tambak modern itu juga menyerap 145 tenaga kerja tetap dan sekitar 500 tenaga harian lepas setiap hari.

Penulis :
Aditya Yohan